Bupati Pamekasan saat memberi sambutan dalam kegiatan Safari Ramadan di Pakong
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com -Pemkab Pamekasan menggelar Safari Ramadan di Kecamatan Pakong, Rabu (25/2/2026) malam sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan komunikasi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.
BACA JUGA:
- Pamekasan Economic Fest 2026 Dongkrak UMKM, Bupati Kholilurrahman Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Pamekasan dan Medco Energi Tanam 370 Pohon di SGRP
- Pemkab Pamekasan Kembali Raih WTP, Jadi Capaian yang ke-12
- Bupati Pamekasan Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital saat Peringati Harkitnas 2026
Bupati Kholilurrahman menyampaikan, Safari Ramadan penting dilakukan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menyamakan persepsi terkait arah pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kita berharap dengan silaturahmi ini komunikasi antara ulama dan umara bisa terjalin dengan baik. Karena kalau ulama dan umara ini sudah tersambung maka insyaallah pembangunan tidak akan terkendala,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya akan memaksimalkan seluruh program yang telah direncanakan Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga infrastruktur, dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran daerah.
"Karena semuanya harus sama-sama berjalan. Tidak hanya kita maksimal di sektor kesehatan, lalu mengesampingkan pendidikan, tidak begitu. Semuanya juga harus berjalan," tegasnya.
Menurutnya, efisiensi anggaran yang terjadi tidak akan menjadi penghambat pembangunan di daerahnya apabila semua elemen memahami kondisi tersebut.
Oleh karenanya, silaturrahim itu penting untuk menyamakan persepsi antar elemen.
"Itu barokahnya silaturrahmi, karena kami tidak ingin program pemerintah melabrak kebijakan ulama, tetapi kami juga tidak ingin program ulama melabrak kebijakan pemerintah. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi dan lain-lain," pungkasnya. (bel/dim/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




