Marak Bencana Alam, BPBD Jatim Cek Kondisi EWS Tingkatkan Kesiapsiagaan

Marak Bencana Alam, BPBD Jatim Cek Kondisi EWS Tingkatkan Kesiapsiagaan Tim BPBD Jatim saat melakukan pengecekan EWS di kabupaten/kota se-Jatim. (Ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) memperkuat langkah kesiapsiagaan melalui pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di Jatim.

Langkah ini dilakukan BPBD Jatim lantaran maraknya bencana alam beberapa hari ini.

Dalam sepekan ini, kegiatan pengecekan EWS dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran pada Senin (2/3/2026), lalu berlanjut ke Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga Pacitan.

Rencananya, sebanyak 71 EWS yang meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik, dan sirine tsunami di 17 titik, akan dilakukan pengecekan, untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar.

H. Abdul Ghafur, Kades Klungkung Kabupaten Jember, saat ditemui Tim BPBD Jatim di kantornya pada Selasa (3/3/2026), mengaku sangat terbantu dengan keberadaan EWS banjir di wilayahnya.

Sebab, sekitar 800 KK warganya yang berada di dua dusun di desanya sering mendapat peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat debit air sungai di wilayahnya mulai meningkat.

"Kebetulan warga desa kami masih banyak yang sering mandi di sungai, meski mereka sudah punya kamar mandi di rumah. Mereka sering menerima peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat air mulai naik," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Candra Kristianto, salah seorang perangkat Desa Kandangan, Banyuwangi yang ketempatan EWS longsor.

Adanya EWS di kaki bukit Kelopo Kembar, menurutnya bisa menjadi upaya deteksi dini bagi warga sekitar saat akan terjadi longsor.

"Sudah beberapa kali kami coba, suara alarmnya cukup keras, terdengar hingga di perempatan jalan desa yang jaraknya lebih dari satu kilometer," terangnya kepada BPBD Jatim.