Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan-Ekonomi Hijau

Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan-Ekonomi Hijau Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Emil Dardak saat menjamu CEO Swaniti Initiative, Rwitwika Bhattacharya di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Indar Parawansa, menerima audiensi dari Swaniti Initiative di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pertemuan ini membahas tentang strategi pengembangan energi terbarukan, , dan rencana pembentukan konsorsium sektor swasta melalui program Meridian Collective.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas kunjungan Swaniti Initiative ke Jatim. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam mempercepat Jatim net zero emission.

"Kami menyambut baik kunjungan Swaniti Initiative yang berpusat di Houston AS ke Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat target provinsi menuju Net Zero Emission 2060," kata dalam rilis yang diterima Bangsaonline pada Jumat (6/3/2026).

menambahkan, meskipun target nasional Net Zero Emission ditetapkan pada 2060, percepatan hingga 2050 sangat mungkin dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bersinergi.

"Jika semua elemen bergerak bersama dan melaksanakan langkah nyata, percepatan target Net Zero Emission hingga 2050 dapat diwujudkan," ucapnya.

Sejauh ini, lanjut , Jatim telah menjalankan sejumlah program strategis dalam mempercepat NZE pada 2050. Beberapa di antaranya adalah PLTB Wongsorejo Banyuwangi (50 MW), PLTS atap untuk pelanggan dan institusi, serta insentif pajak 0% untuk kendaraan listrik.

Program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, seperti Mangrove Lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi pesisir, dan penguatan sektor pertanian, juga terus digencarkan.

Oleh karenanya, inisiasi Swaniti Initiative melalui program Meridian Collective dinilai sejalan dengan komitmen Jatim dalam mempercepat transformasi energi dan pembangunan rendah karbon.

"Pada prinsipnya program ini sangat bagus. Mungkin bisa di-break down lebih detail lagi, lebih konkret program apa yang bisa kita kerja samakan. Mungkin ada program yang lebih spesifik, sehingga ketika program ini dilaksanakan memberikan dampak yang bagus pada green economy, pada ketahanan iklim dan membuka ruang kerja baru bagi masyarakat," paparnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO