Setiya menjelaskan, mulanya rombongan keluarga dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 7 Februari 2026. Namun, mendadak batal saat H-1 keberangkatan.
Kepastian gagalnya keberangkatan itu diketahui hanya sehari sebelum jadwal keberangkatan, yaitu pada 6 Februari 2026. Saat melakukan konfirmasi ke pihak travel, Setiya dan keluarganya baru mengetahui bahwa visa umrah untuk 17 jamaah tersebut ternyata belum dibeli.
“Satu hari sebelum berangkat kami mengonfirmasi ke travel, ternyata visa belum dibeli. Akhirnya kami gagal berangkat sebanyak 17 orang,” jelasnya.
Setiya mengaku kekecewaannya bukan semata karena kerugian materi. Lebih dari itu, ia merasa sangat terpukul karena keluarga besarnya yang sudah lama menantikan ibadah ke tanah suci. Belasan anggota keluarga bahkan telah mempersiapkan diri untuk berangkat umrah pada bulan Ramadan.










