“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi. Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh,” ujar Lia Istifhama.
Lia menjelaskan bahwa kebijakan zonasi pendidikan selama ini telah membantu menekan mobilitas siswa. Dengan jarak sekolah yang relatif dekat dari tempat tinggal, penggunaan energi, khususnya dari sektor transportasi, menjadi lebih terkendali.
BACA JUGA:Ingatkan Nilai Sejarah Gedung Grahadi, Ning Lia Ajak Masyarakat Jaga Cagar Budaya dan Guyub Rukun
Artinya, pembelajaran tatap muka tidak selalu identik dengan pemborosan energi jika sistem yang ada dijalankan secara optimal.
Di sisi lain, Lia mengingatkan adanya sejumlah risiko serius jika pembelajaran jarak jauh diterapkan secara masif.










