Eri Cahyadi Ancam Ganti Jukir yang Tolak Program Digitalisasi Parkir

Eri Cahyadi Ancam Ganti Jukir yang Tolak Program Digitalisasi Parkir Walkot Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: dok. Pemkot Surabaya

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - , mengancam mengganti jika menolak program atau aktivasi rekening yang mulai resmi diterapkan pada akhir April 2026.

Hal ini dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, sebagai bentuk kepada warga.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 600 dibekukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, karena tidak mendukung program .

Eri mengatakan, pemkot akan mengganti yang menolak aktivasi rekening. Oleh sebab itu, ia meminta agar di Surabaya mengikuti aturan baru itu.

"Kalau tetap tidak mau (aktivasi rekening), ya diganti (dengan baru). Surabaya ini milik masyarakat bersama, jangan ada yang menang-menangan sendiri," tegas Eri, Jumat (10/4/2026).

ini juga menyebut, program ini dibuat untuk menguntungkan para dan menjaga transparansi. Sebeb, sebelumnya pembagian hasil dianggap kurang adil, kini Pemkot Surabaya telah mengubah skema pembagian pendapatan secara signifikan.

Akhirnya, kebijakan itu muncul polemik. Di mana menolak bagi hasil 60 persen untuk pemkot dan 40 persen untuk . Jukir maunya 70 persen untuk mereka dan 30 persen untuk pemkot.

"Dulu (skema lama) 20 persen untuk dan 80 persen masuk ke kas Pemkot Surabaya. Sekarang (skema baru) 40 persen untuk dan 60 persen ke Pemkot. Ini dilakukan agar transparan, saling percaya, dan menghilangkan prasangka kalau ada uang yang tidak tersalurkan dengan benar," jelasnya.

Ia juga menegaskan, lahan parkir adalah aset negara. Pemkot dan Forkopimda bakal turun tangan menertibkan oknum yang mencoba menghambat kebijakan dengan cara premanisme.

"Di walik pemerintah 30 persen, lah iki tanahe negara. Terus gimana? Jangan buat Surabaya tidak berbobot dengan modal preman-preman. Kita akan turun dengan tim anti-preman. Parkir non-tunai ini adalah keinginan warga Surabaya. Siapa yang tinggal di Surabaya, hormati keinginan warga," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO