MALANG, BANGSAONLINE.com - Hubungan kerja sama antara pendakwah kondang Habib Ja'far dengan brand mi legendaris, Mie Burung Dara, ternyata menyimpan cerita unik di baliknya. Alih-alih dimulai dari meja perundingan formal, kolaborasi besar ini justru berawal dari obrolan santai yang jauh dari urusan komersial.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Habib Ja'far usai menghadiri acara Halalbihalal Mie Burung Dara di Hotel Aria, Kota Malang, Jumat (10/4/2026) malam. Ia mengenang bagaimana pertemuan pertamanya dengan pihak Mie Burung Dara murni didasari oleh semangat menjalin persaudaraan.
“Ini murni pertemuan silaturahmi. Tak ada pembahasan kerja sama sama sekali, cuma ngobrol biasa sampai akhirnya terasa dekat,” ungkap Habib Ja'far dengan nada hangat.
Siapa sangka, dari frekuensi yang sama dalam obrolan sederhana tersebut, hubungan keduanya berkembang semakin erat. Komunikasi yang awalnya cair perlahan bertransformasi menjadi sinergi besar yang kini merambah berbagai platform, mulai dari konten digital, tayangan televisi, hingga event berskala nasional.

Bagi Habib Ja'far, keputusannya untuk terlibat dengan PT Surya Pratista Hutama (Suprama)—produsen Mie Burung Dara—bukan karena faktor popularitas merek semata. Ada keselarasan nilai (value) yang menjadi pertimbangan utamanya.
“Kalau value-nya ketemu, kita jadi jalan bareng tanpa harus hitung-hitungan. Pekerjaan itu bukan cuma cari uang, tapi juga bisa jadi ladang ibadah dan dakwah,” tuturnya.
Sebagai sosok yang selektif dalam memilih mitra, Habib Ja’far mengaku sempat memastikan langsung kualitas produk sebelum setuju melangkah bersama. Ia menilai kualitas yang terjaga membuat dirinya merasa tenang saat memperkenalkan produk ini kepada masyarakat, khususnya generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.
Menariknya, Habib Ja'far mengaku hubungan ini sudah melampaui relasi profesional. Ia kini menganggap Mie Burung Dara sebagai bagian dari kesehariannya. Kedekatan itu ia tunjukkan secara nyata dengan menyertakan produk tersebut dalam paket hantaran (hampers) di berbagai hari besar keagamaan, mulai dari Idul Fitri, Paskah, hingga Natal.
Di sisi lain, PT Suprama terus memperkuat strategi distribusi dan branding agar tetap relevan di tengah persaingan industri yang ketat. Produk yang awalnya identik dengan sektor horeca (hotel, restoran, dan cafe), kini semakin masif menjangkau konsumen rumah tangga di semua kalangan.
Chief Operations Officer (COO) PT Suprama, Tjun Sulestio, menegaskan bahwa perusahaan ingin memastikan produknya bisa dinikmati siapa saja. Melalui kolaborasi yang mengedepankan nilai-nilai kedekatan dan inovasi ini, Mie Burung Dara optimistis dapat terus eksis lintas generasi.
“Pendekatan yang mengedepankan nilai, kedekatan, dan inovasi ini diharapkan mampu membawa Mie Burung Dara tetap eksis sekaligus menjangkau generasi berikutnya,” tutup Tjun Sulestio. (adi/rev)




