Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi (pegang mik) saat menjadi pembicara di Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. Tampak Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dan Dr Faraq Salim. Foto: bangsaonline

Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi foto bersama dengan para civitas akademika Universitas KH Abdul Chalim. Foto: bangsaonline.
Kiai Asep juga membawa Wakil Duta Besar Mesir itu keliling Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
“Naik ke atas MBI,” ujar Kiai Asep yang dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan. MBI adalah Madrasah Bertaraf Internasional yang terletak di sebuah ketinggian penunungan di Amanatul Ummah.
Acara Wakil Dubes Mesir di Amanatul Ummah memang padat dan banyak. Meski demikian, Kiai Asep tidak hanya mengajak Amr Ahmad Mukhtar ke acara-acara formal dan serius. Saat agak senggang Kiai Asep mengajak Amr menikmati keindahan pemandangan Mojokerto. Kiai Asep membawa Amr Ahmad Mukhtar ke tempat wisata yang sangat eksotis. Yaitu ke Aone Trawas. Sebuah destinasi wisata di pegunungan yang dekat dengan awan.
Tentu ini sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Mojokerto.
“Pemandangan luar biasa. Ini tak bisa dilukiskan. Hanya bisa dirasakan ketika kita mengalami sendiri,” ujar Amr Ahmad Mukhtar.
Selama di Amanatul Ummah, Amr Ahmad Mukhtar didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, Rois Bi’tsah, dan Syaikh Faraq Salim, dua syaikh dari Mesir yang bertugas di Amanatul Ummah.
Kiai Asep kemudian mengajak Amr Ahmad Mukhtar bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kiai Asep mempertemukan Wakil Dubes Amr dengan Gubernur Khofifah di acara akad nikah Annisah, putri Dr Iwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemrov Jawa Timur. Kiai Asep memang diminta membaca khutbah nikah dalam acara yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya itu.
Gubernur Khofifah tampak senang sekali. “Alhamdulillah pagi ini kami dapat berdiskusi dengan Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi,” ujar Gubernur Khofifah sembari mengatakan bahwa ia berdiskusi tentang kerjasama pendidikan dan perdagangan.
Amr Ahmad Mukhlas sangat berterima kasih kepada Kiai Asep dan keluarga besar Amanatul Ummah. Ia juga mengaku senang telah bertemu Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara).
Ia menilai sambutan Kiai Asep sangat hangat sejak turun dari pesawat hingga dua hari berada di Amanatul Ummah, baik di Surabaya maupun Mojokerto. Ia beterimakasih kepada Kiai Asep beserta keuarga besar Kiai Asep, kepada Gus Muhib, Gus Bara dan semua dzuriyah.
Syaikh Mabruk juga mengaku sangat gembira atas pertemuan Amr dan Gubernur Khofifah. “Ini pertemuan antara dua bangsa bersaudara, karena kita bertemu dalam pemikiran yang sama. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia yang juga bermadzhab sufi moderat berdasarkan madzhab Imam Al Junaid, mazhab fiqih yang sama antara dua negara serta aqidah Asy’ari,” ujar Syaikh Mabruk yang akrab dengan orang-orang dekat Kiai Asep.
Menurut dia, semua masyarakat senang dengan kesepatakan intelektual selama berabad-abad. “Karena ada serambi Jawa di Masjid Al Azhar Mesir sejak beberapa abad yang lalu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




