Wali Kota Kediri Dorong Literasi Keuangan Lewat TPAKD 2026

Ringkasan Berita
  • Wali Kota Kediri menegaskan peran strategis TPAKD dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk kesejahteraan masyarakat, sekaligus melindungi dari praktik ilegal seperti pinjaman rentenir dan judi online.
  • Data SNLIK 2025 menunjukkan kesenjangan antara literasi keuangan (66,46%) dan inklusi keuangan (80,51%), yang menjadi celah bagi praktik keuangan ilegal sehingga perlu penanganan terukur.
  • Target Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) Kota Kediri 2026 adalah 7,58 dengan fokus pada tiga prioritas: program Kejar untuk rekening pelajar, KuMapan untuk UMKM, dan literasi keuangan bagi kelompok rentan.
  • TPAKD telah merealisasikan enam program kerja pada 2025, termasuk KuMapan dan Satu Rekening Satu Pelajar, dan akan fokus pada optimalisasi program tersebut serta pemanfaatan BPJS Ketenagakerjaan pada 2026.
  • Kepala OJK Kediri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam implementasi program, dengan pendekatan edukatif yang humanis dan mudah dipahami masyarakat.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan arahan dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di Ruang Joyoboyo, Kamis (7/5/2026). Ia menegaskan, TPAKD berperan strategis dalam mendorong literasi keuangan dan digitalisasi layanan guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Peran TPAKD saat ini semakin strategis. Kita tidak hanya bicara tentang membuka akses, tetapi memastikan bahwa akses tersebut benar-benar dipahami, dimanfaatkan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Vinanda merujuk data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan literasi keuangan nasional masih 66,46 persen, lebih rendah dari inklusi keuangan 80,51 persen. 

Kondisi tersebut membuka celah praktik pinjaman ilegal, judi online, hingga penipuan investasi. Wali Kota Kediri berharap, forum pleno menghasilkan program kerja yang tepat sasaran, terukur, dan bisa dievaluasi berkala.

Target Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) Kota Kediri 2026 ditetapkan 7,58 dengan tiga prioritas utama, yakni peningkatan jumlah rekening melalui program Kejar sejak tingkat sekolah dasar, peningkatan pinjaman UMKM lewat program KuMapan dan pembiayaan berbunga rendah, serta penguatan literasi keuangan bagi UMKM, pekerja informal, perempuan, dan pemuda.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga kemampuan melindungi diri dari risiko pinjaman ilegal, judi online, dan penipuan investasi,” kata Vinanda. 

Ia turut menekankan pentingnya sinergi semua pihak dengan pendekatan edukatif yang humanis dan mudah dipahami.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, memaparkan 6 program kerja TPAKD yang terealisasi pada 2025, di antaranya Kredit Melawan Rentenir KuMapan, Satu Rekening Satu Pelajar, Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah, literasi keuangan bagi pelaku usaha, pengembangan Galeri Investasi, dan Kediri Financial Festival. 

Tahun ini, program akan difokuskan pada optimalisasi Satu Rekening Satu Pelajar, penyaluran KuMapan, pemanfaatan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, serta literasi keuangan pelaku usaha.

“Seperti apa yang disampaikan Mbak Wali tadi kita harus bersinergi. Untuk keberhasilan program-program ini mari kita berkolaborasi mewujudkannya,” ucap Ismirani. (uji/mar)