SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul dan pengembangan ekonomi biru atau blue economy menjadi faktor utama dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus orkestrator rantai nilai nasional.
Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan arah pembangunan Jawa Timur untuk jangka menengah dan panjang dirumuskan melalui konsep “Gerbang Baru Nusantara”.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
- Jawa Timur Raih Penghargaan Penurunan Pengangguran Terbaik
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
Konsep tersebut menempatkan Jawa Timur tidak hanya sebagai wilayah transit, tetapi juga sebagai pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan memiliki daya saing global.
Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat empat pengungkit utama pembangunan ekonomi daerah.
Empat pengungkit itu meliputi penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas manusia dan tenaga kerja, serta penguatan konektivitas ekonomi antarwilayah.
"Keeempat pengungkit tersebut saling terhubung dan bertumpu pada satu faktor kunci, yaitu ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global," jelas Khofifah.
Dalam konteks pembangunan sektor kemaritiman, Khofifah juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pembangunan menuju ekonomi biru yang berkelanjutan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




