JAKARTA, BANGSAONLINE.com – PBNU akhirnya mengesahkan dan menetapkan Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 NU dengan surat nomor 251/PB.01/A.II.01.01/99/05/2026.
Surat Keputusan (SK) tentang panitia Munas dan Konbes itu kini beredar secara luas di media sosial. Termasuk nama-nama yang tercantum sebagai panitia. BANGSAONLINE.com juga mendapat kiriman SK tersebut dari seorang Rais Syuriah.
“Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan selesainya penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Apabila dalam penetapannya terdapat perubahan dan/atau kekeliruan, Surat Keputusan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya,” demikian poin kelima SK tersebut dikutip BANGSAONLINE.com, Senin (11/5/2026).
Keputusan tersebut juga mengamanatkan agar panitia dapat menyelenggakan Munas-Konbes NU pada Juni 2026. Sedangkan Muktamar ke-35 NU dilaksanakan pada Agustus 2026 mendatang.
SK itu ditetapkan di Jakarta pada 20 Dzulqa'dah 1447 H/08 Mei 2026 M. Di bawah SK tersebut tertera nama KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam, KH Akhmad Said Asrori selaku Katib Aam, KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum) dan Drs H Saifullah Yusuf (Sekretaris Jenderal).
"Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan selesainya penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama," demikian bunyi SK tersebut.
Dalam SK tersebut Ketua Steering Committee (panitia pengarah) dijabat oleh KH Akhmad Said Asrori dengan sekretaris Prof Dr Mohammad Nuh, DEA. Sementara untuk ketua Organizing Kommittee (Ketua Panitia Pelaksana) Drs. H. Saifullah Yusuf. Sekretarisnya Dr. H. Amin Said Husni, M.Ag.
Namun soal tempat pelaksanaan Muktamar NU tersebut belum jelas. Beberapa pondok pesantren kabarnya telah mengajukan kesediaan untuk ditempati perhelatan akbar NU lima tahun sekali itu. Tapi panitia belum ada kesepakatan hingga sekarang.
PWNU NTB sempat mengusulkan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah. Juga muncul usulan dari Jawa Timur yaitu Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Tapi sampai sekarang PBNU belum memutuskan lokasi Muktamar ke-35 NU.
Juga muncul usulan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Bahkan ada isu akan digelar di hotel.
Namun kalangan kiai banyak yang menolak. “Muktamar NU kok di hotel,” ujar beberapa kiai.
“Muktamar NU harus di pondok pesantren,” tambahnya.
Tampaknya Panitia Muktamar yang akan menentukan lokasi Muktamar ke-35 PBNU itu. Tentu bersama PBNU.




