Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - Dalam drama Korea, penonton tidak selalu mendukung tokoh utama pria ataupun wanita. Sering kali, perhatian justru tertuju pada tokoh pendukung atau second lead yang dianggap lebih greenflag dan memiliki kisah yang menyentuh.
Situasi itu dikenal sebagai Second Lead Syndrome, yaitu kecenderungan penonton untuk jatuh hati pada tokoh pendukung yang bukan pemeran utama dalam sebuah cerita. Fenomena tersebut menjadi cerminan realitas tentang cinta yang tak selalu adil.
Hal inilah yang membuat penonton merasa simpati dan berharap tokoh kedua bisa bahagia. Salah satu alasan terjadinya fenomena Second Lead Syndrome yaitu biasanya karena adanya ketidaksempurnaan tokoh utama yang membuat tokoh pendukung menjadi opsi menarik bagi penonton.
Tidak jarang tokoh utama dalam drama justru digambarkan mempunyai karakter yang dingin dan sulit mengekspresikan perasaannya sebaliknya second lead biasanya digambarkan sebagai sosok yang setia, penuh perhatian dan selalu ada untuk pemeran utama. Hal ini yang membuat penonton sulit menerima akhir yang tidak berpihak pada karakter favorit mereka.
Fenomena Second Lead Syndrome (SLS) dalam drama Korea sering menjadi pusat perhatian para penggemar. Tidak sedikit penonton yang menyebut beberapa drama Korea sebagai tontonan yang menarik untuk ditonton, tapi tidak untuk di rewatch karena merasa patah hati dengan akhir ceritanya.
Tidak sedikit drama Korea yang memicu munculnya Second Lead Syndrome di kalangan penonton. Beberapa di antaranya adalah True Beauty, Start-Up, School 2015, hingga Head over Heels.
Dalam drama tersebut, banyak penonton menganggap tokoh second lead memiliki sifat yang lebih tulus dan green flag dibanding pemeran utama. Reaksi penonton juga sering terlihat melalui media sosial, seperti unggahan, komentar, maupun diskusi yang menunjukkan rasa kecewa terhadap akhir cerita, bahkan setelah drama tersebut telah lama tamat.
Drama Korea tidak hanya berhasil menarik perhatian melalui alur cerita yang romantis, tetapi juga melalui pembangunan karakter yang kuat dan emosional. Meskipun penonton menyadari bahwa mereka akan merasa patah hati dengan akhir cerita, banyak yang tetap setia mendukung tokoh second lead.
Fenomena Second Lead Syndrome menggambarkan bagaimana penonton dapat berpihak pada karakter pendukung karena pesona, ketulusan, maupun perjalanan hidup yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedekatan emosional antara karakter dan penonton menjadi salah satu daya tarik utama dalam drama Korea. (m2/rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




