Ringkasan Berita
- NVIDIA memperkenalkan CPU Vera berbasis ARM pertama mereka, menandai ekspansi ke ekosistem komputasi lengkap melampaui GPU.
- CPU Vera dengan 88 inti menawarkan performa dua kali lipat dibanding pendahulunya (Grace) dan dirancang untuk beban kerja AI, analitik data, dan superkomputer.
- Vera akan berpasangan dengan GPU Rubin membentuk platform baru untuk melatih model AI triliunan parameter, dipandang sebagai langkah penting menuju AGI.
- Kehadiran Vera pada 2027 memperkuat dominasi NVIDIA di industri AI sekaligus menantang Intel dan AMD di pasar CPU server.
- Platform Vera-Rubin diproyeksikan menjadi fondasi pusat data AI dan superkomputer masa depan untuk riset iklim, medis, hingga eksplorasi ruang angkasa.
BANGSAONLINE.com - NVIDIA resmi memperkenalkan arsitektur CPU terbaru bernama NVIDIA Vera yang akan menjadi fondasi sistem kecerdasan buatan (AI) dan superkomputer generasi mendatang.
Kehadiran Vera menandai langkah penting perusahaan yang kini tidak hanya fokus pada GPU, tetapi juga membangun ekosistem komputasi lengkap mencakup prosesor, jaringan, dan akselerator AI.
Dilansir dari NVIDIA Newsroom, Vera merupakan CPU kustom pertama NVIDIA berbasis arsitektur ARM dan akan menjadi bagian dari platform Vera Rubin, penerus platform Blackwell yang digunakan di pusat data AI terbesar dunia. CPU ini memiliki 88 inti kustom yang dirancang khusus untuk beban kerja AI, analitik data, komputasi ilmiah, dan simulasi skala besar.
Tom’s Hardware melaporkan, Vera menawarkan performa hingga dua kali lipat dibanding Grace CPU. CPU ini dirancang bekerja bersama GPU generasi berikutnya bernama Rubin, membentuk platform komputasi baru untuk melatih model AI berparameter triliunan.
The Verge menilai, kombinasi Vera dan Rubin menjadi langkah penting menuju era Artificial General Intelligence (AGI). AnandTech mencatat, Vera dilengkapi teknologi NVLink generasi terbaru yang memungkinkan transfer data dalam jumlah besar tanpa hambatan, mendukung kebutuhan pelatihan model AI modern.
Sementara itu, menurut Ars Technica, langkah tersebut menunjukkan perubahan strategi besar NVIDIA, mirip dengan pendekatan Apple saat mengembangkan chip Apple Silicon.
Selain pusat data AI, HPCwire melaporkan Vera juga diproyeksikan menjadi fondasi superkomputer untuk penelitian iklim, medis, fisika partikel, hingga eksplorasi ruang angkasa.
Kehadiran Vera memperkuat posisi NVIDIA sebagai pemain dominan industri AI global, sekaligus menantang dominasi Intel dan AMD di pasar CPU server.
Produk berbasis Vera dijadwalkan hadir secara komersial pada 2027. Dengan kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat, NVIDIA optimistis kombinasi Vera dan Rubin akan menjadi tulang punggung pusat data, superkomputer, dan sistem AI generasi berikutnya di seluruh dunia. (rom)










