Nintendo Switch 2 Sesuaikan Regulasi Uni Eropa

Nintendo Switch 2 Sesuaikan Regulasi Uni Eropa Foto: Nintendo

BANGSAONLINE.com - Nintendo melakukan sejumlah perubahan desain pada konsol terbaru Nintendo Switch 2 untuk menyesuaikan regulasi baru Uni Eropa terkait keberlanjutan perangkat elektronik dan hak perbaikan konsumen (right to repair). Salah satu perubahan utama adalah baterai yang kini lebih mudah diganti dibanding generasi sebelumnya.

Menurut European Commission, aturan baru Uni Eropa mendorong produsen meningkatkan daya tahan produk, mempermudah perbaikan, serta menyediakan akses komponen pengganti guna mengurangi limbah elektronik.

Dilansir iFixit, hasil pembongkaran Switch 2 menunjukkan adanya perubahan desain internal yang meningkatkan kemampuan servis perangkat. Meski belum sepenuhnya modular, beberapa komponen kini lebih mudah diakses. 

The Verge mencatat, Nintendo menyediakan jalur penggantian baterai yang lebih jelas serta dokumentasi servis lebih baik.

Selain baterai, Eurogamer melaporkan Nintendo juga memperhatikan kemudahan penggantian komponen lain seperti kipas pendingin dan modul yang rentan aus. Langkah ini diyakini sebagai strategi agar Switch 2 tetap sesuai regulasi Uni Eropa.

Regulasi Uni Eropa sebelumnya juga mendorong adopsi standar USB-C pada berbagai perangkat elektronik. Menurut Ars Technica, banyak produsen memilih menerapkan perubahan desain secara global agar lebih efisien sekaligus memberi manfaat bagi konsumen di seluruh dunia.

Pendukung gerakan right to repair menyambut positif langkah Nintendo karena dianggap memperpanjang umur perangkat, menghemat biaya konsumen, dan mengurangi limbah elektronik. 

Meski Nintendo tidak menyatakan secara eksplisit bahwa perubahan desain Switch 2 dipicu regulasi Uni Eropa, analis industri melihat keterkaitan yang kuat.

Bagi konsumen, perubahan ini memberi keuntungan berupa perangkat yang lebih awet dan mudah diperbaiki, sehingga pengguna Switch 2 dapat mempertahankan konsol dalam kondisi optimal tanpa harus mengganti seluruh perangkat ketika satu komponen menurun performanya. (rom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO