Kebakaran Ladang Tebu di Kediri, Kerugian Capai Rp100 Juta

Ringkasan Berita
  • Kebakaran hektaran tanaman tebu terjadi di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri pada Minggu 7 Juni 2026, menyebabkan kerugian pemilik lahan Supriono hingga Rp100 juta.
  • Tim Damkar Kabupaten Kediri merespons laporan dalam 4 menit dan tiba di lokasi dalam waktu 32 menit, berhasil memadamkan api dengan satu unit armada tanpa korban jiwa atau luka-luka.
  • Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran daun tebu (daduk) yang tidak terkendali akibat hembusan angin kencang, meskipun tanaman senilai Rp20 juta berhasil diselamatkan.
  • Insiden ini menunjukkan risiko operasional pembakaran residu pertanian dan pentingnya prosedur pemadaman cepat untuk mencegah kerugian material yang lebih besar.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hektaran tanaman tebu di Dusun Minggiran, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, terbakar pada Minggu (7/6/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan pemilik lahan, Supriono, mengalami kerugian hingga Rp100 juta.

Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyebut laporan kebakaran diterima dari pemilik lahan pada pukul 11.58 WIB. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih kemudian bergerak menuju lokasi pukul 12.02 WIB dan tiba pada pukul 12.30 WIB.

“Begitu tiba di lokasi, Tim Damkar Kabupaten Kediri langsung melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan 1 unit armada Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter,” kata Kaleb.

Disampaikan pula olehnya bahwa api berhasil dipadamkan sesuai prosedur tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta, sementara tanaman yang berhasil diselamatkan senilai Rp20 juta.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran daduk (daun tebu). Karena hembusan angin yang kencang, api tidak terkendali,” pungkasnya. (uji/mar)