Pemkot Mojokerto Rayakan Hari Jadi dengan Tabligh Akbar

Ringkasan Berita
  • Pemkot Mojokerto menggelar tabligh akbar bersama pendakwah NU Gus Iqdam sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108.
  • Wali Kota Mojokerto menyebut fokus pembangunan adalah peningkatan daya saing SDM, dengan realisasi 400 beasiswa pendidikan dan cakupan kesehatan 95% warga.
  • Angka stunting di Kota Mojokerto dilaporkan di bawah 1%, jauh lebih rendah dari target nasional sebesar 12%.
  • Peringatan Hari Jadi mengusung tema 'Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan'.
  • Acara tersebut juga dimanfaatkan untuk meminta doa masyarakat agar kota maju, sejahtera, dan terhindar dari bencana.

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemkot Mojokerto menggelar tabligh akbar bersama pendakwah muda Nahdlatul Ulama (NU) asal Blitar, Gus Iqdam (Muhammad Iqdam Kholid), di Taman Bahari Majapahit (TBM) pada Minggu (7/6/2026) malam. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

ā€œAlhamdulillah, kami sangat bersyukur bulan Juni ini adalah bulannya Kota Mojokerto. Adanya rangkaian panjang kegiatan Hari Jadi Kota Mojokerto,ā€ katanya.

Ia pun meminta doa masyarakat agar Kota Mojokerto semakin maju dan sejahtera. 

ā€œSemoga seluruh rangkaian kegiatan itu menjadikan kota ini semakin maju, semakin sejahtera warganya, dijauhkan bala segala bencana, juga membawa keberkahan yang tiada henti-hentinya,ā€ paparnya.

Peringatan Hari Jadi ke-108 mengusung tema 'Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan'. Ning Ita menegaskan fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM.

ā€œJadi fokus kami pada manusianya, yang ingin kita kuatkan daya saingnya. Dimana meliputi tingkat pendidikan dengan menyediakan 400 beasiswa putra-putri daerah yang mengikuti kuliah perguruan tinggi se-Indonesia. Tingkat kesehatan, 95 persen warga Kota Mojokerto sudah tercover jaminan kesehatan nasional atau BPJS kesehatan,ā€ paparnya.

Ia juga menyebut angka stunting di Mojokerto kini kurang dari 1 persen, jauh di bawah target nasional 12 persen. 

ā€œJadi kita siapkan SDM unggul untuk mempersiapkan generasi masa depan pengganti kita harus sehat sejak bayi,ā€ pungkasnya. (ris/mar)