Merindukan Pejabat Merdeka

Merindukan Pejabat Merdeka Firman Syah Ali. Foto: dok. pribadi

Oleh: Firman Syah Ali, Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP)

Ada yang pernah dengar nama ? Direktur FBI selama setengah abad (48 tahun), sejak 1924 hingga 1972. Selama menjabat sebagai Direktur FBI, dia telah "memimpin" delapan Presiden. Eh maaf, dipimpin oleh delapan Presiden, yaitu Calvin Coolidge, Herbert Hoover, Franklin D Roosevelt, Harry S Truman, Dwight D Eisenhower, JF Kennedy, Lyndon B Johnson, dan Richard Nixon.

BACA JUGA:

Bayangkan betapa saktinya birokrat satu ini, delapan Presiden hebat Amerika Serikat tidak ada yang berani memutasi dia, sampai akhirnya dia dimutasi ke alam baka dengan tenang oleh Malaikat Maut pada tahun 1972. Mirip Ramapati dalam sandiwara radio Tutur Tinular, tiga raja, Nararya Kertanegara, Nararya Sanggrama Wijaya dan Nararya Jayanegara tidak mampu memutasi dia.

PIMPINAN TAPI BUKAN PEMIMPIN

Andai JE Hoover itu hidup di Indonesia, mungkin saja segera dicari nasabnya, dianggap memiliki kesaktian turun-temurun, memiliki ajimat dan jampi-jampi yang "ameledak bumah", kata orang Madura.

Ternyata dia hanya berbekal kenalan dengan artis Sandra Bullock, Sandra Dewi dan Dewi Sandra, haha tentu saja saya bercanda. Dia bisa memimpin dan mendikte delapan Presiden itu karena dia punya senjata "sandra politik". Dia punya kartu truf para Presiden AS, jauh sebelum para figur itu menjadi Presiden, dan selama para figur itu menjabat Presiden.

Tentu saja JE Hoover tidak sendirian, banyak birokrat lain di dunia, entah Perdana Menteri, entah Sekretaris Daerah, entah Mahapatih, yang mampu menyandera, kemudian mendikte para pemimpin tertinggi pemerintahan, baik pusat maupun daerah.

Pimpinan yang tersandera ini disebut pimpinan yang tidak memimpin. Pimpinan tapi bukan pemimpin. Pejabat tapi tidak merdeka. Mereka memiliki jabatan, tapi tidak merdeka dalam melaksanakan tugas jabatannya secara adil dan bijaksana. Dia tidak merdeka dari kepentingan, tidak merdeka dari rasa takut, tidak merdeka untuk berinovasi, dan tidak merdeka untuk mewujudkan semua idealismenya tentang kebenaran dan keadilan.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO