Delegasi Buruh Indonesia Soroti Nasib Rohingya di Forum Perburuhan Dunia

Delegasi Buruh Indonesia Soroti Nasib Rohingya di Forum Perburuhan Dunia William Yani Wea Delegasi dari KSPSI AGN pada ILC 114 di Jenewa, Swiss menyuarakan kebebasan berserikat dan solidaritas untuk Rohingya

Menanggapi jalannya pembahasan, Muhamad Rusdi menegaskan bahwa situasi di Myanmar menjadi pengingat bahwa pekerjaan layak tidak dapat dipisahkan dari penghormatan terhadap hak asasi manusia.

"Apa yang terjadi di Myanmar mengingatkan kita bahwa keadilan sosial bukan sekadar konsep dalam konvensi internasional, melainkan kebutuhan nyata bagi jutaan manusia yang hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan," tegas Presiden Konfrderasi ASPEK Indonesia Muhamad Rusdi.

Sementara itu, Tony Pangaribuan menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menolak segala bentuk kerja paksa serta pelanggaran terhadap hak-hak fundamental manusia.

"Perjuangan pekerja di seluruh dunia pada dasarnya adalah perjuangan menjaga martabat manusia. Karena itu, komunitas internasional tidak boleh memberikan ruang bagi normalisasi kerja paksa, diskriminasi, maupun kekerasan terhadap kelompok-kelompok rentan," ujarnya.

Di sisi lain, Rudy HB Daman mengingatkan bahwa konflik dan pelanggaran hak asasi manusia kerap menimbulkan dampak sosial yang jauh lebih luas daripada yang tampak di permukaan.

Menurutnya, berbagai konflik pada akhirnya memicu kemiskinan, pengangguran, migrasi paksa, serta hilangnya kesempatan bagi generasi mendatang untuk membangun masa depan yang lebih baik.

"Karena itu, memperjuangkan hak-hak pekerja juga berarti memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan," pungkas Rudy. (mdr/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO