Lepas Jemaah Haji, Wamenhaj Tegaskan Penertiban KBIHU

Lepas Jemaah Haji, Wamenhaj Tegaskan Penertiban KBIHU Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menyampaikan keterangan pers soal penertiban KBIHU. Foto: MCH 2026

JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melepas kepulangan jemaah haji Kloter KNO 7 di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Senin (8/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan doa agar jemaah kembali ke Tanah Air dengan membawa haji yang mabrur.

“Saya berharap jemaah haji membawa oleh-oleh yang kekal, yaitu haji yang mabrur. Semoga peradaban kita semakin membaik dan semoga perjalanan jemaah lancar. Kami juga sudah mendapat konfirmasi dari pihak maskapai, semoga tidak ada kendala teknis lagi,” ujarnya

Wamenhaj mengakui sempat terjadi kendala teknis yang membuat jemaah menunggu beberapa jam, namun persoalan tersebut telah ditangani termasuk koper jemaah yang sudah diterima pemiliknya. Ia menekankan pentingnya menjaga stamina jemaah gelombang kedua yang mulai bergerak ke Madinah.

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil mengungkap dugaan praktik penipuan DAM dan badal haji oleh salah satu KBIHU asal Jawa Barat. Transaksi yang diungkap mencapai Rp1,4 miliar, melibatkan badal haji untuk 140 orang dengan tarif Rp10 juta per orang. 

“Badal haji itu jelas penipuan. Karena untuk haji dakhili yang berlaku untuk masyarakat setempat saja, per orang sekitar Rp40 jutaan. Jadi tidak mungkin badal haji bertarif Rp10 juta per orang. Pasti ini penipuan,” katanya.

Ia juga menyoroti penyelewengan pembayaran DAM, di mana jemaah dikenakan tarif 720 riyal namun dana tidak disetorkan ke Adahi. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO