Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) saat memberi keterangan kepada awak media (dok. Setpres)
Temuan tersebut dinilai menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berkontribusi pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong terbentuknya rantai pasok berbasis ekonomi lokal.
"Kalau dihitung secara rata-rata ada 3 UMKM yang digandeng oleh SPPG ini. Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru. Nah, yang lebih menarik ada sekitar 64-65% sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada," katanya.
Selain melibatkan UMKM lokal, survei DEN juga menemukan bahwa hampir seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional SPPG berasal dari masyarakat sekitar.
"Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja, itu hampir 99% memang dari warga sekitar. Jadi kepuasan terhadap performance dari UMKM ini juga cukup besar, hampir mencapai di atas sekitar 70%," katanya.
Meski demikian, DEN mencatat masih ada sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian pemerintah, salah satunya terkait dukungan permodalan bagi UMKM pemasok SPPG.
Menurut Seto, akses modal yang lebih baik akan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas ragam komoditas yang dapat dipasok untuk mendukung program MBG.
"Memang ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan adalah terutama bantuan permodalan untuk yang UMKM ini. Jadi mereka bisa mempunyai modal kerja yang lebih bagus, akhirnya bisa melayani SPPG-nya lebih banyak, komoditasnya juga lebih beraneka ragam," kata Seto.
"Jadi ini kami juga melihat ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan kita mencapai 5,61%," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




