Tutup 119 Perlintasan Sebidang, KAI Tangani 490 Perlintasan Liar

Ringkasan Berita
  • KAI telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas nasional hingga 4 Juni 2026, sebagai fokus utama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
  • Terdapat 490 perlintasan liar yang masih dalam proses penanganan, sementara KAI juga memperkuat fasilitas keselamatan di 1.148 lokasi aktif untuk menekan risiko kecelakaan.
  • Dalam periode Januari hingga 4 Juni 2026, terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan 97 korban, di mana 52% kejadian di perlintasan tanpa palang pintu dan 87% disebabkan perilaku menerobos.
  • Capaian penutupan perlintasan prioritas telah mencapai 69%, sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan untuk 1.810 perlintasan tidak terjaga di wilayah operasi KAI.
  • Selain penutupan, KAI melaksanakan ribuan kegiatan sosialisasi, pemasangan spanduk peringatan, serta edukasi keselamatan di sekolah dan tempat ibadah untuk mengajak masyarakat patuh aturan.

BANGSAONLINE.com - KAI mencatat sebanyak 119 perlintasan sebidang prioritas telah ditutup hingga 4 Juni 2026. Sementara itu, 490 perlintasan liar masih dalam proses penanganan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut penanganan perlintasan sebidang menjadi fokus utama perusahaan. 

“Hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Selain penutupan, KAI juga memperkuat fasilitas keselamatan di 1.148 lokasi aktif. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan yang masih tinggi di perlintasan sebidang. Data KAI menunjukkan sejak Januari hingga 4 Juni 2026 terjadi 119 kecelakaan dengan 97 korban, terdiri atas 43 meninggal dunia, 23 luka berat, dan 31 luka ringan. 

Sebanyak 52 persen kejadian terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, sedangkan perilaku menerobos kereta menjadi penyebab dominan dengan porsi 87 persen.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan program penutupan dilakukan berdasarkan kajian keselamatan komprehensif.

“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” katanya.

Anne menyebut hingga 4 Juni 2026, capaian penutupan mencapai 69 persen dari target 172 titik prioritas tahun ini. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan pada 1.810 perlintasan tidak terjaga di wilayah operasi KAI.

Selain penutupan, KAI juga melaksanakan ribuan kegiatan sosialisasi keselamatan, menutup perlintasan liar, memasang spanduk peringatan, serta menggelar edukasi di sekolah dan tempat ibadah. 

“Keselamatan merupakan investasi sosial yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Karena itu, kami mengajak masyarakat mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,” kata Anne. (rom)