Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BMKG mencatat penurunan suhu signifikan di kawasan pegunungan Jawa Timur selama musim kemarau tahun ini. Suhu terendah terpantau di sekitar Gunung Bromo dan Semeru.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, menyebut suhu di kawasan Bromo sempat mencapai 4-5 derajat Celsius.
“Kalau di Bromo kemarin tercatat sekitar empat sampai lima derajat Celsius,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, suhu dingin ekstrem biasanya terjadi pada malam hingga dini hari ketika pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung maksimal.
“Biasanya suhu paling dingin dirasakan mulai malam menjelang dini hari, sekitar pukul 23.00 hingga 01.00,” katanya.
Kendati demikian, BMKG menilai fenomena bediding tahun ini masih dalam kategori normal.
“Kalau secara umum masih normal. Mungkin ada selisih satu sampai dua derajat dibanding tahun sebelumnya, tetapi masih dalam batas normal,” ucap Andrie.
BMKG memperkirakan suhu dingin akan terus dirasakan hingga puncak musim kemarau pada Agustus hingga awal September 2026, sebelum memasuki masa pancaroba.
Fenomena suhu rendah di kawasan pegunungan bahkan dapat memunculkan embun es atau embun upas, yang kerap menjadi daya tarik wisatawan di Bromo. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




