Jawa Timur saat ini menjadi penopang utama industri gula nasional dengan kontribusi sekitar 51 persen terhadap total produksi gula Indonesia. Pada 2025, produksi gula kristal putih di Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 1,34 juta ton atau menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
"Kegiatan hari ini memiliki makna yang sangat strategis. Kita tidak hanya melaksanakan panen dan tanam tebu, tetapi juga memperkuat fondasi dalam mewujudkan swasembada gula nasional," ujar Khofifah.
Sebagai provinsi penghasil gula terbesar di Indonesia, Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menjalankan Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026.
Pada tahun ini, Jawa Timur memperoleh target Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Dengan demikian, total target yang harus direalisasikan mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu di Jawa Timur.










