BANGSAONLINE.com - Delapan tahun lalu, Kroasia menghancurkan impian Inggris untuk mencapai final turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, dengan meraih kemenangan dramatis 2-1 pada babak perpanjangan waktu di semifinal. Bagi sebagian orang, malam itu adalah momen terhebat dalam sejarah tim nasional; bagi yang lain, itu adalah luka yang tak kunjung sembuh.
Sejak saat itu, Inggris telah mengalahkan Kroasia dua kali, di Nations League dan di Kejuaraan Eropa, namun mereka belum membalas dendam di panggung terbesar dunia. Pada 17 Juni, The Three Lions akan mendapat kesempatan lain saat kedua tim memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan pertandingan yang sangat dinantikan, dan ulasan 1xBet ini akan memberi tahu Anda apa yang bisa diharapkan dari pertandingan ini.
Inggris: Favorit yang tidak terlalu meyakinkan
Tim Tiga Singa tiba di Amerika Serikat sebagai salah satu kandidat terkuat untuk merebut gelar juara, namun pemilihan skuad yang dilakukan Thomas Tuchel telah memicu banyak perdebatan. Phil Foden, Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, Harry Maguire, dan Luke Shaw, semuanya tidak dipanggil. Sementara Ivan Toney, Jordan Henderson, dan Dan Burn berhasil masuk dalam skuad. Maguire mengaku terkejut dengan keputusan tersebut, sementara pengguna media sosial bahkan bercanda dengan teori konspirasi: “Dia orang Jerman dan tidak ingin Inggris menang.”
The Three Lions memulai persiapan mereka untuk turnamen ini dengan kemenangan 1-0 yang sulit diraih atas Selandia Baru. Satu-satunya gol tercipta pada masa tambahan waktu babak pertama, ketika Harry Kane, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris, mencetak gol ke-79-nya dalam seragam The Three Lions. Tuchel kecewa dengan performa serangan tim: tekanan Inggris terhadap gawang lawan sering kali berujung pada umpan silang yang kurang inspiratif dan tembakan jarak jauh.
The Three Lions tampil jauh lebih meyakinkan dalam laga pemanasan kedua mereka, mengalahkan Kosta Rika 3-0. Declan Rice membuka skor di awal pertandingan, Anthony Gordon mencetak gol dari tendangan penalti, dan Ollie Watkins memastikan kemenangan. Keunggulan mereka sangat telak: 28 tembakan berbanding 1, dengan tidak ada satupun yang mengarah ke gawang.
Namun, hasil ini tidak boleh dilebih-lebihkan: Kosta Rika saat ini sedang mengalami enam pertandingan tanpa kemenangan dan jauh di bawah level Kroasia, tim yang akan dihadapi Inggris dalam pertandingan pembuka turnamen ini.
Kroasia: Mengandalkan karakter
Di usia 40 tahun, Luka Modrić bersiap mengikuti turnamen internasional kelimanya, yang diperkirakan akan menjadi bab terakhir dalam kariernya yang luar biasa. Pada bulan April, kapten Kroasia yang kini bermain untuk AC Milan ini mengalami patah tulang pipi ganda akibat benturan dengan gelandang Juventus, Manuel Locatelli. Setelah menjalani operasi, Modrić dipastikan akan bermain dengan mengenakan masker pelindung wajah.
Baik usia maupun masker tersebut tidak mengurangi kualitasnya. Dalam laga persahabatan Kroasia melawan Slovenia, Modrić membuka skor dan membantu timnya meraih kemenangan 2-1. Pertandingan tersebut menandai penampilannya yang ke-198 untuk tim nasional. Di antara para pemain yang berlaga di turnamen ini, hanya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang memiliki jumlah penampilan internasional lebih banyak.
Kemenangan atas Slovenia merupakan respons positif terhadap pertandingan persahabatan Kroasia sebelumnya, yaitu kekalahan mengecewakan 2-0 dari Belgia. Pertandingan melawan Setan Merah itu menyoroti masalah terbesar tim. Kroasia kesulitan mengimbangi tempo Belgia, menciptakan sedikit peluang serangan yang berbahaya, dan sering kali tidak mampu mengatasi transisi cepat. Dalić mengakui bahwa Belgia adalah tim yang lebih baik dan mengakui bahwa timnya kurang kreatif dalam menyerang.
Apa yang bisa diharapkan dari pertandingan ini?
Pertandingan antara Inggris dan Kroasia tak pernah mudah. Kedua negara ini telah saling berhadapan sebanyak 11 kali, dan setiap pertandingannya selalu berlangsung sengit di lapangan: Inggris unggul dengan enam kemenangan, Kroasia meraih tiga kemenangan, dan dua pertandingan berakhir imbang.
Bagi Tuchel, hasil apa pun selain kemenangan akan dianggap sebagai kekecewaan. Penting bagi Inggris tidak hanya untuk menguasai bola, tetapi juga untuk segera menggerakkan bola ke sayap, melibatkan pemain yang berlari dari posisi yang lebih dalam, dan menemukan Harry Kane di area penalti. Saat melawan Belgia, Kroasia goyah dalam situasi-situasi ini, kesulitan mengikuti tempo lawan, dan bereaksi buruk terhadap umpan silang ke kotak penalti.
Kroasia membutuhkan skenario yang berbeda. Luka Modrić dan Mateo Kovačić harus mengontrol bola dan memperlambat tempo permainan. Jika Kroasia berhasil, mereka memiliki peluang bagus untuk menyulitkan tim favorit. Kroasia mungkin tidak lagi memiliki kecemerlangan serangan seperti dulu, tetapi mereka masih memiliki karakter dan pengalaman dari dua turnamen sebelumnya, di mana tim asuhan Dalić tampil lebih baik daripada Inggris.
Odds
Inggris jelas menjadi favorit dalam pertandingan ini: peluang kemenangan tim asuhan Thomas Tuchel adalah 1,73. Hasil imbang diperkirakan berada di angka 3,81, sedangkan peluang kemenangan Kroasia adalah 4,75.
Ikuti pertandingan krusial ini dan dukung tim favorit Anda bersama 1xBet!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




