OpenAI Tunda Rilis GPT-5.6

Ringkasan Berita
  • OpenAI membatasi peredaran GPT-5.6 atas permintaan pemerintah AS, menyusul perintah eksekutif Donald Trump yang memerlukan peninjauan model AI canggih 30 hari sebelum rilis.
  • GPT-5.6 terdiri dari tiga varian (Sol, Terra, Luna) dan saat ini hanya tersedia pratinjau bagi mitra yang partisipasinya diberitahukan ke pemerintah.
  • OpenAI keberatan dengan aturan ini, menyatakan proses akses pemerintah tidak boleh menjadi norma jangka panjang karena membatasi akses pengguna dan mitra global.
  • Kebijakan serupa juga dialami Anthropic yang menarik model Fable 5 setelah pemerintah AS memerintahkan penghapusan akses bagi warga negara asing.
  • Mantan penasihat AI Gedung Putih, Dean Ball, mengkritik kebijakan ini sebagai rezim lisensi paksa yang berpotensi menguntungkan China dan membahayakan investasi besar di infrastruktur AI.

BANGSAONLINE.com - OpenAI membatasi peredaran produk terbarunya, GPT-5.6, setelah adanya permintaan dari pemerintah Amerika Serikat. Tekanan ini muncul menyusul perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang meminta perusahaan AI melaporkan model-model tercanggih mereka untuk ditinjau pemerintah hingga 30 hari sebelum dirilis.

Melansir laporan dari TechCrunch, pratinjau GPT-5.6 saat ini hanya tersedia bagi mitra yang partisipasinya telah diberitahukan kepada pemerintah. Model GPT-5.6 terdiri atas Sol sebagai varian tertinggi, Terra sebagai model menengah, dan Luna sebagai model termurah. Namun, pemerintah AS melarang peluncuran ketiga model tersebut.

OpenAI menyatakan keberatan atas aturan tersebut. Disampaikan bahwa, “Kami tidak meyakini bahwa proses akses pemerintah harus menjadi setelan jangka panjang. Aturan itu membatasi perangkat-perangkat terbaik untuk diakses pengguna, pengembang, perusahaan, pertahanan siber dan mitra global yang membutuhkannya.”

Pembatasan serupa juga dialami Anthropic setelah merilis model Fable 5. Pemerintah AS memerintahkan perusahaan itu menghapus akses bagi warga negara asing, sehingga Anthropic menarik model tersebut sepenuhnya.

Mantan penasihat AI Gedung Putih, Dean Ball, menilai kebijakan ini menciptakan rezim lisensi paksa de facto untuk AI mutakhir dan berpotensi menunda peluncuran, menguntungkan China dalam perlombaan AI, serta membahayakan investasi miliaran dolar di sektor infrastruktur AI.

GPT-5.6 disebut sebagai model terkuat OpenAI sejauh ini, dengan kemampuan agen yang ditingkatkan dalam pengkodean, biologi, dan keamanan siber. Varian Sol memperkenalkan mode penalaran maksimum dan mode ultra yang menggunakan subagen terkoordinasi untuk menyelesaikan tugas kompleks. (rom)