Nyamar  Jadi Petugas PLN dan WiFi, Dua Pembobol Rumah di Gresik Dibekuk di Bali

Ringkasan Berita
  • Dua warga Makassar (MY, 52 dan HR, 50) ditangkap di Bali karena membobol rumah di Gresik dan menyebabkan kerugian sekitar Rp300 juta.
  • Pelaku menyamar sebagai petugas PLN atau teknisi internet dengan seragam lengkap untuk tidak menimbulkan kecurigaan pemilik rumah.
  • Kejahatan terjadi saat korban keluar rumah mengantar suaminya salat, dan pelaku ditangkap berdasarkan investigasi setelah korban melapor.
  • Polisi mengembangkan kasus karena diduga pelaku telah beraksi di beberapa daerah lain seperti Gunungkidul, Klaten, Mojokerto, dan Bandung.
  • Barang bukti seperti dua ponsel diamankan, dan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Dua pelaku pembobolan rumah di Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, ditangkap anggota Satreskrim Polres Gresik.

Identitas kedua pelaku yakni MY (52) dan HR (50), merupakan warga Makassar, Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan, kedua tersangka membobol rumah milik AM (66), warga Jalan J.A. Suprapto, Sidokumpul.

Aksi pencurian itu dilakukan saat korban keluar rumah untuk mengantar suaminya menunaikan salat.

Setelah kembali ke rumah, korban merasa curiga karena menemukan bekas jejak kaki di lantai. Korban juga mendapati loker di dalam kamarnya telah terbuka.

"Saat hendak menyimpan cincin ke dalam loker di kamar, korban mendapati loker sudah dalam keadaan terbuka dan seluruh barang berharga di dalamnya hilang diambil pelaku," kata AKP Arya, Kamis (2/7/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 juta. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Gresik Kota.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap kedua pelaku saat berada di wilayah Pulau Bali, tepatnya di kawasan Jalan Tegal Wangi, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa di sejumlah daerah.

Untuk melancarkan aksinya, mereka kerap menyamar sebagai petugas PLN maupun teknisi layanan internet agar tidak menimbulkan kecurigaan pemilik rumah.

"Ada beberapa TKP, biasanya menyamar menjadi petugas dari perusahaan-perusahaan tertentu dengan memakai seragam lengkap untuk melalukan perbaikan," ungkap Arya.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua unit telepon seluler. Penyidik juga masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

"Masih terus kami kembangkan, karena terdapat dugaan kedua pelaku telah melakukan aksi serupa di sejumlah daerah lain, yakni Gunungkidul, Klaten, Mojokerto, hingga Bandung," tandasnya. (van)