PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Para pengurus koperasi desa merah putih (KDMP) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kini tengah diselimuti kebingungan. Hingga saat ini, mereka belum mendapatkan kejelasan mengenai besaran gaji yang akan diterima, termasuk detail tugas dan tanggung jawab yang harus mereka pikul.
Salah satu keluhan datang dari Riski, seorang pengurus KDMP di Kecamatan Pakong. Ia mengaku sama sekali belum menerima informasi resmi terkait nominal honor untuk posisi pengurus.
"Di sini memang belum beroperasi, sejauh ini kami tidak tahu gajinya," ungkap Riski, Senin (6/7/2026).
Menurut Riski, sejauh ini pihak pemerintah baru memperjelas regulasi terkait gaji untuk posisi manajer KDMP. Ironisnya, sosok yang akan mengisi posisi manajer tersebut pun hingga kini belum diketahui oleh para pengurus di tingkat desa.
"Sampai saat ini tidak ada pembahasan apa pun soal gaji pengurus. Dari beberapa kali pertemuan tidak pernah diberitahu soal gaji ke kami," lanjutnya.
Bukan hanya soal materi, ketidakjelasan regulasi ini juga berdampak pada operasional. Riski membeberkan bahwa para pengurus belum memahami tupoksi (tugas pokok dan fungsi) mereka secara mendetail. Selama ini, mereka hanya diberikan gambaran makro bahwa pengurus bertanggung jawab mengelola bisnis di KDMP.
"Kami jadi pengurus, tapi bingung mau kerja apa nanti, manajernya saja dari orang yang tidak kami kenal," ucap Riski.
Padahal, rencana lini bisnis yang akan dikelola oleh KDMP sudah mulai dirancang. Namun, minimnya petunjuk teknis membuat pengurus di lapangan ragu untuk melangkah.
"Kita mau mulai bingung. Tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait," keluhnya.
Selama memegang mandat sebagai pengurus, Riski mencatat baru ada dua kali pertemuan formal dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, yakni di Kantor Disnakertrans dan di Hotel Azana.
"Kalau rapat di internal kita sering, karena ingin memajukan desa," tambahnya.
Dikutip dari Kompas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Mohammad Alwi, masih enggan memberikan penjelasan lebih detail saat dikonfirmasi mengenai keluhan para pengurus KDMP ini.
"Saya masih baru dan ada acara di Surabaya. Silakan langsung ke Pak Kabid Koperasi," ujar Alwi. (pmk/rev)




