BANGSAONLINE.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, seiring aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang masih bertahan di Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG, Deny Mardiono, menyebut aktivitas visual maupun kegempaan terus terekam. Berdasarkan pengamatan Rabu (8/7/2026) pukul 12.00-18.00 WIB, embusan asap kawah teramati membubung hingga ketinggian 10-100 meter.
“Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal,” ujarnya.
Dari sisi kegempaan, PVMBG mendeteksi tremor menerus atau microtremor yang mengindikasikan pergerakan magma di dalam tubuh gunung. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo getaran 1-15 milimeter dengan dominan 5 milimeter.
Kondisi meteorologi di sekitar gunung berketinggian 157 mdpl tersebut dilaporkan cerah hingga berawan, dengan suhu udara 27,1-31,9 derajat Celsius, kelembaban 55-65 persen, serta angin lemah ke arah utara dan barat laut. Meski aktivitas asap dan tremor terjadi, ombak laut di sekitar perairan terpantau tenang.
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi.
“Rekomendasi bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” kata Deny. (rom)




