Pengamat: Jarak dan Cuaca Jadi Tantangan Besar Tim di Perempat Final Piala Dunia 2026

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Luasnya wilayah tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dinilai mulai memengaruhi kondisi fisik para pemain yang berlaga di babak perempat final akibat padatnya perjalanan antarlokasi pertandingan.

Pengamat sepak bola, Ibnu Jainur Rahman, mengatakan jarak tempuh yang jauh membuat tim-tim peserta memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat. Kondisi tersebut, menurutnya, mulai dikeluhkan sejumlah tim karena berpotensi menurunkan performa pemain di lapangan.

Masalah jetlag akibat perbedaan zona waktu juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi para pemain. Dalam kondisi tersebut, Ibnu menilai Argentina menjadi salah satu tim yang lebih diuntungkan karena memiliki kesamaan zona waktu dengan kawasan Amerika Latin.

“Sebaliknya, para pemain dari benua lain dituntut melakukan adaptasi kilat karena status mereka sebagai pemain profesional di level top,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Selain faktor perjalanan, cuaca panas yang melanda Amerika Serikat selama musim panas juga diperkirakan menjadi kendala bagi sejumlah tim, terutama negara-negara Eropa Utara yang terbiasa bermain dalam suhu lebih dingin, seperti Swiss dan Norwegia.

“Kondisi fisik yang terkuras akibat cuaca panas berpotensi besar melahirkan kejutan-kejutan baru di sisa laga,” katanya.

Meski dihadapkan pada tantangan nonteknis, Ibnu menilai kehadiran pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan Lionel Messi tetap akan menjadi faktor penting dalam menjaga mental dan performa tim.

Ia memprediksi Spanyol, Argentina, dan Norwegia mampu melewati tantangan tersebut untuk melaju ke babak semifinal menyusul Prancis.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: