HYDERABAD,BANGSAONLINE.com - BRICS Trade Union Forum Meeting 2026 resmi dibuka di Hyderabad, India, Selasa (14/7/2026). Forum tingkat tinggi serikat pekerja negara-negara BRICS yang berlangsung hingga 16 Juli itu mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.
Pertemuan tahun ini menjadi forum BRICS pertama setelah perluasan keanggotaan. Negara yang tergabung meliputi Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Indonesia diwakili dua delegasi dari KSPSI AGN, yakni Advisor dan International Affairs Executive KSPSI AGN sekaligus Ketua Umum SP IMPPI William Yani Wea serta International Relations Officer KSPSI AGN Ditha Julietha.
"Keterlibatan KSPSI AGN dalam forum ini menunjukkan peran aktif serikat pekerja Indonesia dalam memperjuangkan agenda pekerja di tingkat internasional," kata William Yani Wea dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Pada hari pertama, para delegasi mengikuti empat sesi paralel yang membahas isu-isu ketenagakerjaan abad ke-21, meliputi penguatan sistem jaminan sosial yang adaptif dan inklusif, strategi peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling), kesetaraan gender dan masa depan kerja perempuan, serta tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang berpusat pada manusia.
"Hasil dari empat kelompok kerja tersebut kemudian dipaparkan dalam Plenary Session 04: Reporting of Parallel Sessions," ujar William
Dalam sidang pleno tersebut, Indonesia mendapat kehormatan memimpin jalannya persidangan. William Yani Wea bertindak sebagai chair dan memimpin penyampaian laporan dari masing-masing kelompok kerja yang diwakili Shri Sarthak Shukla, Shri Raviraman, Sushri Priyanka Sharma, dan Dr. Mukesh Jain.
"BRICS bukan lagi sekadar kelompok ekonomi. Dengan perluasan anggota, BRICS kini mewakili suara mayoritas pekerja di dunia Selatan. Tantangan kita ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi diiringi dengan penciptaan pekerjaan yang layak, perlindungan sosial universal, dan transisi yang adil menuju ekonomi hijau dan digital," ujar William.
Ia menambahkan, Indonesia melalui KSPSI AGN mendorong empat agenda utama, yakni penguatan dialog sosial tripartit, investasi besar dalam peningkatan keterampilan pekerja, pemanfaatan AI untuk memberdayakan pekerja, serta perlindungan terhadap pekerja migran.
"BRICS Trade Union Forum Meeting 2026 menegaskan komitmen bersama untuk membangun masa depan kerja yang berpusat pada manusia, berkelanjutan, dan tidak meninggalkan siapa pun," pungkasnya. (mdr/van)




