Pulang Kegiatan Pramuka, Pelajar MAN 2 Ngawi Tewas Usai Tabrak Beton Pembatas Jalan

Ringkasan Berita
  • Kecelakaan tunggal di Ngawi menewaskan pelajar Muhamad Ramadani (17) dan melukai Fahmi Arifudin (16) saat mereka pulang dari kegiatan pramuka. Korban tewas akibat luka kepala setelah motor yang dikendarai menabrak beton pembatas dan terperosok ke parit.
  • Insiden terjadi di Jalan Raya Ngawi-Jogorogo, Desa Jambangan, dimana motor Honda kehilangan kendali dan oleng ke kiri tanpa melibatkan kendaraan lain sesuai keterangan saksi dan rekaman CCTV. Korban luka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk perawatan darurat.
  • Jenazah korban tewas dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk visum, sementara kasus ini sedang diselidiki oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. Guru MAN 2 Ngawi menyatakan duka dan berharap kesembuhan bagi korban yang selamat.
  • Kecelakaan ini menyoroti risiko keselamatan bagi pelajar yang menggunakan sepeda motor, khususnya setelah mengikuti kegiatan sekolah. Investigasi polisi bertujuan mengungkap penyebab pasti hilangnya kendali kendaraan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com – Kecelakaan tunggal maut yang melibatkan dua orang pelajar terjadi di Jalan Raya Ngawi–Jogorogo, tepatnya di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (18/7/2026) siang. Akibat peristiwa tragis ini, seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu lainnya mengalami luka berat.

Korban tewas diidentifikasi bernama Muhamad Ramadani (17), siswa kelas XI MAN 2 Ngawi yang merupakan warga Desa Teguhan, Kecamatan Paron. Korban mengembuskan napas terakhirnya akibat luka parah di bagian kepala setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam beton pembatas di tepi jalan dan terperosok ke dalam parit.

Adapun rekan yang dibonceng korban, Fahmi Arifudin (16), dilaporkan menderita luka berat di sekujur tubuh. Warga dan petugas segera mengevakuasi Fahmi ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, insiden bermula saat sepeda motor Honda bernomor polisi AE 6314 LH yang dikendarai korban melaju cukup kencang dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), motor tiba-tiba kehilangan kendali dan oleng ke sisi kiri, menghantam beton pembatas jalan, hingga akhirnya masuk ke dalam parit.

Guruh, salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, menuturkan bahwa motor tersebut mendadak oleng tanpa melibatkan kendaraan lain di sekitarnya.

“Motor melaju dari arah utara ke selatan. Tiba-tiba oleng ke kiri, menabrak beton lalu masuk ke parit. Warga yang melihat langsung berusaha menolong kedua korban,” ujar Guruh menceritakan detik-detik kejadian.

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi pihak sekolah. Salah seorang guru MAN 2 Ngawi, Crhistyan Endry, membenarkan bahwa kedua korban merupakan anak didiknya yang baru saja menyelesaikan kegiatan kepramukaan di sekolah dan berniat untuk pulang ke rumah.

“Keduanya merupakan siswa MAN 2 Ngawi dan baru selesai mengikuti kegiatan Pramuka. Kami sangat berduka atas musibah ini dan berharap korban yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan,” ungkap Crhistyan Endry.

Pascakejadian, jenazah Muhamad Ramadani langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani visum. Sementara itu, kasus kecelakaan tunggal ini kini tengah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi guna menyelidiki penyebab pasti hilangnya kendali pada kendaraan korban.