Ringkasan Berita
- Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merayakan Dies Natalis ke-25 dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan Madura menuju kemajuan. Peringatan ini dihadiri oleh Bupati Bangkalan, Forkopimda, tokoh agama, dan ribuan jemaah dalam acara UTM Bersholawat.
- Pencapaian utama peringatan 25 tahun UTM adalah perolehan izin pendirian Fakultas Kedokteran pertama di Pulau Madura. Keberadaan fakultas ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dan mengatasi rasio dokter yang saat ini 1:7.000, jauh dari ideal 1:1.000.
- UTM telah berkembang dari Universitas Bangkalan (1981) menjadi universitas negeri pada 2001 dan kini memiliki 48 program studi dengan sekitar 21.000 mahasiswa, termasuk mahasiswa asing. Kampus juga sedang mengajukan 10 program studi baru untuk terus berkembang.
- Dalam rangkaian Dies Natalis bertema 'Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata', UTM menggelar berbagai kegiatan akademik, sosial, budaya, olahraga, serta memberikan hadiah kepada masyarakat seperti paket umrah, sepeda motor, dan kulkas yang akan diundi pada jalan sehat 25 Juli 2026.
- Rektor UTM, Safi, menekankan peran kampus dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meminta doa serta dukungan masyarakat agar UTM terus diberkahi dan dapat berkontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat serta kemajuan kesejahteraan umum di Madura.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Safi, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah menjadikan momentum Dies Natalis ke-25 sebagai awal kebangkitan Madura untuk menjadi daerah yang lebih maju.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan UTM Bersholawat yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25, Selasa (21/7/2026). Acara dihadiri Bupati Bangkalan, perwakilan Kementerian Agama, Forkopimda, tokoh agama, sivitas akademika, serta ribuan jemaah.
“Kehadiran Bapak Bupati, para pejabat, dan seluruh masyarakat menunjukkan bahwa keberadaan Universitas Trunojoyo Madura diakui dan dibutuhkan untuk terus tumbuh serta berkembang dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Safi memaparkan perjalanan UTM yang berawal dari Universitas Bangkalan pada 1981, kemudian resmi menjadi Universitas Trunojoyo Madura melalui Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 2001 pada masa Presiden KH Abdurrahman Wahid.
Saat ini, UTM memiliki 48 program studi dengan sekitar 21 ribu mahasiswa, termasuk mahasiswa asing dari sembilan negara, serta tengah mengajukan 10 program studi baru.
Hadiah terbesar Dies Natalis ke-25 adalah terbitnya izin pendirian Fakultas Kedokteran, yang menjadi fakultas kedokteran pertama di Pulau Madura.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Madura itu bisa. Kampus di Madura mampu melakukan hal yang sama seperti kampus-kampus besar lainnya,” kata Safi.
Menurut dia, keberadaan Fakultas Kedokteran diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus mengatasi minimnya jumlah dokter di Madura.
“Rasio dokter di Madura masih sekitar satu dokter melayani tujuh ribu penduduk. Padahal idealnya satu dokter melayani seribu penduduk,” ucapnya.
UTM mengusung tema 'Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata' dalam Dies Natalis ke-25. Selain kegiatan akademik, sosial, budaya, dan olahraga, kampus juga menyiapkan hadiah bagi masyarakat, termasuk 9 paket umrah, sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, kulkas, serta hadiah lain yang akan diundi pada jalan sehat 25 Juli 2026.
Menutup sambutannya, Safi meminta doa masyarakat agar UTM terus diberkahi dan memberi manfaat bagi kemajuan Madura.
“Kami titip UTM dalam setiap doa Bapak dan Ibu, agar kampus ini terus diberkahi Allah SWT, tumbuh dan berkembang dalam mencerdaskan, memberdayakan masyarakat, serta ikut memajukan kesejahteraan umum,” pungkasnya. (uzi/mar)










