SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah berhasil menghemat anggaran negara lebih dari Rp300 triliun dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahannya.
Menurut Prabowo, dana yang sebelumnya bocor akibat berbagai praktik penggelembungan anggaran kini dialihkan untuk membiayai sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan efisiensi dilakukan dengan menghentikan berbagai praktik yang selama ini menyebabkan pembengkakan belanja negara.
"Ini sedang kita hentikan. Ini yang kita hemat, dari beberapa bulan pertama pemerintahan yang saya pimpin kita bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan, anggaran hasil efisiensi tidak dibiarkan mengendap, tetapi langsung dimanfaatkan untuk mendukung program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ini yang kita gunakan untuk Makan Bergizi. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut 5.000 jembatan kita bangun sampai Desember 2026, 5.000 jembatan," ujarnya.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan pemerintah berencana menambah jumlah pembangunan jembatan pada tahun depan sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
Dalam pidatonya, Kepala Negara juga menyinggung pandangan sejumlah pakar yang menilai perekonomian Indonesia masih belum efisien. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih tingginya kebocoran kekayaan negara.
Prabowo kemudian menjelaskan indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang kerap digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi ekonomi suatu negara.
"Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka yang kasih nilai itu, mereka kasih mereka hitung bahwa angka kita ekonomi kita ICOR, ICOR kita 6,5. ICOR artinya bahasa bahasa sononya adalah Incremental Capital Output Ratio," ucap Prabowo.
Ia mengatakan, nilai ICOR Indonesia yang berada di angka 6,5 menunjukkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan tambahan nilai ekonomi masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara lain.
"Artinya kalau kita mau nambah kaya 1 dollar atau 1 rupiah untuk dapat 1 rupiah kita harus keluarkan 6,5 rupiah. Untuk dapat 1 dollar kita harus keluarkan 6,5 dollar. Kalau negara lain mereka bisa dapat 1 dollar mereka hanya keluarkan 4 dollar," lanjutnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, Prabowo memperkirakan kebocoran kekayaan negara mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Karena itu, pemerintah terus berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan kebocoran anggaran.
"Selisih 2 dollar sama beberapa negara tetangga kita. 2/6, sepertiga ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor. Anggaran negara adalah 270 miliar dollar, Rp3.700 triliun kurang lebih. Jadi kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih Rp1.000 triliun bocor," terangnya.










