Ringkasan Berita
- Polri Jawa Timur menggelar Tes Psikologi Senjata Api (Senpi) Terpadu dan Mapping Jabatan bagi anggota Polres Ngawi untuk mengukur kelayakan psikologis dan potensi personel.
- Tes bertujuan memastikan kesiapan psikologis anggota dalam memegang senjata api dinas dan penempatan jabatan sesuai kompetensi demi pelayanan yang optimal.
- Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jatim, AKBP Mochammad Mujib, sebagai bagian komitmen peningkatan kualitas SDM Polri.
- Pemetaan berkala ini diharapkan mampu mendukung tugas Polres Ngawi yang profesional, humanis, dan akuntabel, selaras dengan semangat Polri Presisi.
NGAWI, BANGSAONLINE.com – Tim Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Timur menggelar Tes Psikologi Senjata Api (Senpi) Terpadu sekaligus Mapping Jabatan bagi anggota Polres Ngawi Tahun Anggaran 2026. Agenda ini berlangsung di Gedung Bhayangkari, Jalan Bernadip, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jatim, AKBP Mochammad Mujib, Psikolog.
Pelaksanaan tes ini dirancang untuk mengukur secara presisi kelayakan psikologis personel kepolisian yang memegang atau mengajukan senjata api dinas. Di samping itu, pemetaan potensi, kompetensi, dan karakter anggota juga dilakukan sebagai acuan penempatan posisi jabatan yang pas sesuai kebutuhan organisasi.
Kabag SDM Polres Ngawi, Kompol Budi Cahyono, menegaskan bahwa rangkaian tes ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas serta profesionalisme SDM di lingkungan Polri.
"Tes psikologi senjata api dan mapping jabatan merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap personel memiliki kesiapan psikologis dalam memegang senjata api dinas serta memperoleh penempatan jabatan yang sesuai dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan profesional," tutur Budi Cahyono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/7/2026).
Lewat pemetaan berkala ini, seluruh jajaran Polres Ngawi diharapkan mampu mengemban tugas secara profesional, humanis, dan akuntabel. Langkah ini sekaligus menyelaraskan semangat Polri Presisi dalam menghadirkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (nal/rev)










