MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027 dengan catatan impresif, MAN 3 Magetan kembali menunjukkan keunggulannya di panggung kompetisi regional. Tim Robotika MAN 3 Magetan sukses memboyong predikat Juara Umum pada ajang Kompetisi Robotika Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Ajang bergengsi ini dihelat sebagai wujud dukungan terhadap visi Indonesia Youth Robot Federation (IYRF) dalam mengampanyekan literasi sains dan teknologi, sekaligus memacu capaian siswa di bidang Artificial Intelligence (AI), robotika, dan pemrograman berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Pada ajang tersebut, MAN 3 Magetan mengutus delegasi gabungan yang terdiri dari peserta didik dan pembina. Siswi kelas XI, Amelia Rahajeng Nariswari, tampil dominan dengan menyabet Juara I pada kategori Brickspeed Model. Tidak berhenti di situ, Amelia juga sukses mengamankan Gold Medal di kategori Coding Mission MRT.
Torehan ganda Amelia di bawah bimbingan pendidik Khoirul Fatah, S.Pd.I., tersebut berhasil mengantarkan MAN 3 Magetan mengunci posisi tertinggi sebagai Juara Umum.
Kepala MAN 3 Magetan, Basuki Prihatin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas prestasi membanggakan yang diraih oleh anak didiknya. Menurut Basuki, kemenangan ini adalah manifestasi dari disiplin, ikhtiar, serta kolaborasi erat seluruh civitas akademika.
"Alhamdulillah, rasa syukur yang mendalam atas limpahan rahmat Allah SWT. Capaian Juara Umum ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, doa, serta sinergi seluruh warga madrasah dalam membangun budaya unggul dan berprestasi," ujar Basuki Prihatin saat dikonfirmasi.
Basuki menegaskan komitmen madrasah yang dipimpinnya untuk terus memfasilitasi minat dan bakat siswa, terutama dalam penguasaan teknologi masa depan.
"Khusus di bidang sains, teknologi, dan robotika, kami berkomitmen agar madrasah mampu menjadi pusat lahirnya generasi yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Raihan predikat juara umum ini menjadi bukti nyata bahwa ikhtiar kita bersama membuahkan hasil membanggakan," tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Basuki mengingatkan agar raihan prestasi ini tidak lantas membuat jajaran madrasah jumawa, melainkan menjadi pemicu untuk konsisten melahirkan inovasi-inovasi anyar.
"Setiap prestasi tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan semata, tetapi harus menjadi sumber inspirasi yang menumbuhkan semangat berkarya bagi seluruh warga madrasah. Semoga keberhasilan ini memotivasi lahirnya lebih banyak prestasi di masa yang akan datang," pungkasnya.









