Setelah beredar video yang menunjukkan aksi kekerasan dan kejahatan terhadap kelompok transpuan atau waria yang terjadi di Kota Bogor, kini netizen Indonesia kembali dihebohkan oleh unggahan video kekerasan lainnya, yang menunjukkan sekelompok pemuda mengejar dan menyakiti korban menggunakan setrum atau alat kejut listrik.
Dilansir dari video pendek yang diunggah oleh akun @bleednectar di X (Twitter) pada Sabtu, 25 Juli 2026, tampak sekelompok pemuda yang mendadak menghadang dua transpuan atau waria yang sedang berjalan kaki.
Salah satu pelaku berlari mengejar korban sambil mengarahkan alat kejutan listrik tersebut, korban berlari dalam keadaan panik, hingga terjatuh setelah tertabrak oleh motor Teman Pelaku. Meskipun demikian, korban masih berusaha untuk melarikan diri kedua kalinya, tetapi teman pelaku ikut serta mengejar dengan menabrakkan motor ke arah korban.
Beruntung, korban bisa melarikan diri dari kejaran pelaku. Namun saat ini identitas pelaku dan korban, serta Lokasi kejadian masih belum jelas.
Pemilik akun @bleednectar mengatakan “gue kurang tau karena dapet dari ig mantapfunny kak, sepertinya jabodetabek” (28/07/26).
Hingga saat ini, belum ada laporan yang masuk ke pihak kepolisian mengenai kasus ini. Namun, insiden tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Banyak dari mereka geram terhadap perlakuan pelaku yang dinilai sangat tak pantas.
Salah satu pengguna X (Twitter), @dagingrendaang berkomentar, “Mau sependapat atau enggak secara prinsip keyakinan, main hakim sendiri dan menyerang fisik orang lain itu tetap tindakan kriminal dan zalim”.
Pengguna lainnya, @txtdarimaskael5 menambahkan, “udah seterang-terangan ini lho persekusinya”.
Sementara itu, akun @ndwn_ menyatakan,“Jahat banget sumpah, ini kaya begal klitih yg asal ngelakuin kekerasan, bedanya ini di dukung masyarakat, sedih rasanya, rasa kemanusiaan kalah sama rasa benci, kalau ga mendukung yah ga perlu melakukan kekerasan si, ini sendiri udah menyimpang dari apa yg di anggap lurus”.
Beberapa netizen pun mendesak agar pelaku segera ditangkap karena dirasa sudah sangat meresahkan. Tak hanya itu, beberapa di antara mereka juga berkomentar tentang pentingnya Pendidikan moral yang diajarkan di sekolah.










