Penjualan Tiket Chelsea vs Milan di GBK Catat Rekor Baru

Ringkasan Berita
  • Pertandingan pramusim Chelsea vs AC Milan di SUGBK, 8 Agustus, mendapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 50% tiket terjual, mencatat rekor penjualan baru.
  • Kehadiran bintang seperti Luka Modrić, João Pedro, dan Cole Palmer telah dipastikan, meningkatkan daya tarik acara ini.
  • Event ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah dan menarik kembali klub elit Eropa, setelah beberapa tahun absen ke negara tetangga.
  • CEO Ninesport menyoroti kebiasaan penonton Indonesia yang cenderung santai membeli tiket untuk event domestik, dan berharap momentum ini dapat mengubah kebiasaan tersebut.

BANGSAONLINE.com - Pertandingan pramusim antara Chelsea dan AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 8 Agustus mendatang, mendapat antusiasme tinggi dari publik sepak bola nasional.

Hingga kini, 50 persen tiket telah terjual. CEO Ninesport, Arief Wicaksono, menyebut penjualan tiket kali ini mencatat rekor baru.

“Sejauh ini tiket sudah terjual 50 persen lebih. Biasanya penjualan meningkat di akhir, tapi sejak awal antusiasmenya sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski pada awalnya belum jelas siapa saja bintang yang akan hadir, kini sejumlah nama besar dipastikan tampil.

“Sekarang kita sudah tahu ada Ballon d’Or 2018 Luka Modric, Joao Pedro, Cole Palmer, dan banyak pemain baru lainnya,” katanya.

Kehadiran Chelsea dan AC Milan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk kembali dipercaya klub-klub Eropa. Ninesport menilai ajang ini sebagai pembuktian kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah agar klub elit dunia semakin tertarik datang.

Arief juga menyoroti absennya klub Eropa di Indonesia beberapa tahun terakhir, yang membuat Thailand dan Singapura menjadi destinasi utama.

“Hampir semua event di Singapura mayoritas pengunjungnya dari Indonesia. Kita membiarkan banyak duit melayang,” ucapnya.

Ia berharap momentum kali ini dapat mengubah kebiasaan penonton di tanah air.

“Kalau event di luar negeri, kita lebih tertib dan beli tiket jauh-jauh hari. Tapi kalau di Indonesia, entah kenapa lebih santai. Semoga kali ini berbeda,” tuturnya. (rom/mg1)