BANGSAONLINE.com - Kasus kematian Sumarna (42), petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol, mulai terungkap. Hasil autopsi menunjukkan dugaan kuat korban menjadi sasaran pembunuhan sebelum jasadnya dibuang ke waduk.
Tim forensik mendapati tidak ada endapan lumpur dan hanya sedikit air di paru-paru korban, sehingga Sumarna diyakini meninggal di darat sebelum diborgol dan ditenggelamkan. Luka di belakang kepala, wajah, serta jeratan di leher turut memperkuat dugaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BANGSAONLINE.com pada Kamis (30/7/2026), polisi mengamankan 2 borgol, satu masih melekat di tangan korban dan satu ditemukan di sekitar lokasi kejadian, serta ponsel pribadi korban.
Dugaan persoalan pribadi korban sebelum tewas masih ditelusuri untuk mengetahui kaitannya dengan peristiwa itu. Satreskrim Polres Purwakarta telah menginterogasi 15 orang terkait kasus ini.
Kepala desa menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahwa Sumarna yang juga menjabat Komandan Linmas dipercaya memegang uang Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) sebesar Rp1.050.000 untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan 14 anggotanya.
Namun, uang belum diserahkan hingga peristiwa terjadi. Hingga sekarang, pelaku belum ditangkap maupun ditetapkan sebagai tersangka. (mg3/rom)










