Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan realisasi investasi Rp30 triliun pada 2026, dengan capaian per semester pertama 2026 sekitar Rp11,4 triliun.
- Investasi yang dikejar ditekankan untuk memberikan manfaat langsung seperti penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
- Pemkab berkomitmen meningkatkan kepastian investasi melalui penyelesaian tata ruang yang jelas dan pelayanan perizinan yang cepat serta solutif bagi pelaku usaha.
- Gresik mengandalkan daya tarik strategisnya seperti kawasan industri, pelabuhan, dan infrastruktur, serta mendorong kemitraan konkret melalui platform marketplace UMKM dan kolaborasi pengelolaan sampah.
- Forum bisnis ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada berbagai perusahaan yang berkontribusi besar dalam realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, dan kemitraan dengan UMKM.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan realisasi investasi sebesar Rp30 triliun pada 2026 dengan menekankan kemitraan yang mampu membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam The 1st Gresik Business Forum bertema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik” yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik, Kamis (30/7/2026).
Forum tersebut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta ratusan pelaku usaha, asosiasi dunia usaha, pengelola kawasan industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun iklim investasi yang tidak hanya berorientasi pada besarnya modal yang masuk, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.










