SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Bambang Arip Dwiyantoro, salah satu Guru Besar Institu Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengembangkan inovasi teknologi energi surya terintegrasi (integrated solar cell) sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan listrik di Indonesia dan tuntutan transisi menuju energi bersih.
Melalui karya ilmiah berjudul Optimalisasi Teknologi Panel Surya dan Solar Chimney untuk Mendukung Kemandirian Energi, Bambang menghadirkan berbagai inovasi berbasis energi surya yang dirancang sesuai karakteristik iklim di Indonesia.
“Pengembangan energi terbarukan tidak sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan bangsa,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Salah satu inovasi yang dikembangkan ialah Solar Chimney Power Plant (SCPP), yakni pembangkit listrik yang memanfaatkan panas matahari untuk menghasilkan aliran udara alami guna memutar turbin.
Layaknya cerobong alami, sistem tersebut mengubah energi panas menjadi energi listrik tanpa menghasilkan emisi selama proses pembangkitan. Berbekal pendekatan eksperimen dan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD), ia mengoptimalkan desain absorber dan geometri cerobong sehingga performa sistem meningkat secara signifikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi mampu meningkatkan daya listrik hingga lebih dari 750 persen dibandingkan model standar. Capaian tersebut membuktikan bahwa peningkatan efisiensi pembangkit tidak selalu bergantung pada ukuran sistem, melainkan dapat dicapai melalui inovasi rekayasa desain yang efektif.
“Pendekatan ini membuka peluang penerapan pembangkit listrik tenaga surya yang sederhana, ekonomis, dan sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia,” jelas Bambang.
Tak berhenti pada pengembangan Solar Chimney, Bambang turut merancang sistem pendingin pasif panel surya berbasis serat kelapa sawit dan ampas tebu. Pemanfaatan limbah biomassa lokal tersebut mampu menjaga temperatur panel tetap optimal tanpa memerlukan tambahan energi listrik, sekaligus meningkatkan nilai guna limbah pertanian melalui konsep circular economy.
Lebih lanjut, lelaki asal Madiun itu juga mengembangkan teknologi solar tracking pada pembangkit listrik tenaga surya terapung dan sistem PLTS hibrida berbasis Energy Management System (EMS). Seluruh inovasi tersebut kemudian dirangkum dalam konsep Integrated Sustainable Solar Energy System, yakni sistem yang mengintegrasikan efisiensi panel surya, penyimpanan energi, hingga pengelolaan distribusi daya secara berkelanjutan.
Ke depan, Bambang berkomitmen mengembangkan teknologi Solar Chimney melalui integrasi thermal energy storage, akal imitasi (AI), serta desain berskala lebih besar guna meningkatkan efisiensi konversi energi. Ayah dari tiga anak itu berharap inovasi tersebut mampu mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia. (msn)










