LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Aksi percobaan pembunuhan menimpa Putri, warga Dusun Bubur, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, pada Senin (5/8/2026). Ibu satu anak ini ditusuk dan disayat menggunakan pisau oleh suaminya sendiri, Sukri, di hadapan sang anak yang masih duduk di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Insiden berdarah tersebut bermula saat Putri menjemput anak perempuannya dari sekolah sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan sepeda listrik. Di tengah perjalanan, laju sepeda motornya dihentikan oleh Sukri yang tiba-tiba muncul dan memaksa Putri untuk ikut bersamanya.
Putri menolak ajakan tersebut lantaran sudah membulatkan niat untuk berpisah. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Putri telah mengajukan gugatan cerai, namun prosesnya terus dipersulit oleh sang suami.
Mendapat penolakan, Sukri emosi dan langsung mencabut pisau buah yang telah disembunyikannya di balik pakaian. Pelaku lantas menancapkan pisau tersebut ke perut korban hingga mengalami luka tusuk sedalam 7 cm.
Tusukan itu membuat Putri roboh bersama sepeda listriknya. Tidak berhenti di situ, pelaku kembali mengarahkan pisau ke leher korban hingga mengakibatkan luka sayat sepanjang 7 cm.
Meskipun syok dan menangis melihat ibunya bersimbah darah, anak korban menunjukkan keberanian luar biasa. Tanpa rasa takut, bocah sekolah dasar itu memberanikan diri merebut pisau dari lokasi dan membuangnya untuk menghentikan aksi sang ayah. Usai melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Warga yang melintas di jalan desa segera menolong korban dan membawanya pulang. Didampingi perangkat desa setempat, pihak keluarga membawa Putri ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang agar mendapatkan penanganan. Pihak keluarga bersama anak korban yang menjadi saksi kunci juga telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
Ibu dari korban mengungkapkan bahwa tim kepolisian bergerak cepat melakukan pemburuan sejak malam hari seusai menerima laporan, namun pelaku disinyalir telah melarikan diri keluar daerah. Sementara itu, sang anak yang setia mendampingi ibunya di rumah sakit meluapkan ketakutannya atas tindakan brutal sang ayah.
"Ayah jahat sama ibu," tuturnya polos.
Berdasarkan keterangan para tetangga sekitar, pelaku memang dikenal kerap membuat resah masyarakat. Selain sering mengonsumsi minuman keras hingga mabuk, Sukri juga diketahui pernah terlibat kasus penganiayaan berat berupa pembacokan terhadap rekannya sendiri.










