KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Sebanyak 77 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri resmi memasuki tahapan pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Latihan perdana digelar di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (7/8/2026) sore.
Sejak pukul 13.30 WIB, puluhan calon Paskibraka memasuki area stadion untuk mengikuti latihan setelah sebelumnya menjalani pembinaan di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.
Sebelum memasuki pemusatan latihan, seluruh anggota telah dikukuhkan dalam pembukaan Pusdiklat yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, pada Rabu (5/8/2026).
Koordinator Program Paskibraka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Bambang Hendro Priyono, menjelaskan proses pembentukan Paskibraka tahun ini telah berlangsung sejak Februari melalui tahapan seleksi yang cukup panjang.
"Seleksi dimulai Februari, kemudian pada Maret terpilih 77 calon Paskibraka Kabupaten Kediri," kata Bambang saat ditemui di lokasi latihan, Jumat (7/8/2026).
Dari jumlah tersebut, lanjut Bambang, dua pasang peserta dikirim mengikuti seleksi calon Paskibraka Provinsi Jawa Timur sekaligus seleksi tingkat nasional.
Hasilnya, satu pasang peserta berhasil lolos dan akan mewakili Kabupaten Kediri sebagai anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
"Sementara 77 peserta yang bertugas di tingkat kabupaten tetap menjalani pembinaan secara bertahap. Sebelum memasuki Pusdiklat, mereka telah mengikuti program pra-pemusatan latihan selama sekitar tiga bulan yang dilaksanakan setiap hari Minggu di halaman belakang Kantor Pemkab Kediri," bebernya.
Menurut Bambang, program pra-Pusdiklat bertujuan menyamakan kemampuan dasar peserta, terutama dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Pasalnya, setiap sekolah memiliki metode latihan yang berbeda sehingga perlu diseragamkan sebelum memasuki tahapan pemusatan.
"Hari ini menjadi latihan perdana di Stadion Canda Bhirawa setelah pembukaan Pusdiklat. Fokus utama latihan tetap pada penguasaan PBB agar gerakan seluruh anggota seragam," katanya.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan Pusdiklat tahun ini menghadirkan sejumlah perubahan.
Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah perpindahan posisi tiang bendera dari sisi barat lapangan ke bagian tengah Stadion Canda Bhirawa.
Perubahan tersebut dilakukan berdasarkan berbagai masukan dari daerah lain, pemerintah provinsi, hingga pihak Istana.
Pemindahan tiang bendera diharapkan mampu menghadirkan formasi yang lebih baik sekaligus memberikan tampilan baru pada upacara peringatan HUT RI di Kabupaten Kediri.
Selain latihan fisik, para calon Paskibraka juga akan mendapatkan pembelajaran aktif sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka.
Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, kewarganegaraan, kewaspadaan nasional, ketahanan ekonomi, revolusi mental, hingga materi kepaskibrakaan.
"Jadi tidak hanya latihan pagi sampai sore. Pada malam hari anak-anak juga mendapatkan pembelajaran terkait wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter sebagai calon pemimpin bangsa," jelas Bambang.
Selama masa pemusatan latihan, para peserta menjalani aktivitas sejak dini hari.
Setelah ibadah dan senam pagi, latihan dimulai pukul 07.30 WIB pada sesi pagi dan dilanjutkan sesi siang hingga pukul 17.30 WIB setiap hari di Stadion Canda Bhirawa.
Latihan lapangan dipimpin personel gabungan TNI dan Polri.
Sebanyak sembilan pelatih diterjunkan dari Kodim 0809/Kediri dan Polres Kediri, didukung empat pengawal pasukan serta dua komandan pasukan yang dijadwalkan bergabung mulai 10 Agustus mendatang.
Meski memasuki musim kemarau, Bambang memastikan kondisi kesehatan seluruh peserta pada hari pertama latihan masih terjaga.
Untuk mengurangi dampak debu akibat angin kencang, panitia rutin menyiram area latihan, terutama lintasan tanah di sekitar stadion.
"Sejauh ini belum ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Harapannya kondisi ini tetap terjaga sampai pelaksanaan upacara nanti," ungkapnya.
Salah seorang calon Paskibraka, Aqueena Rosyidania Santoso, siswi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Canda Bhirawa Pare, mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti pemusatan latihan.
Menurut Aqueena, motivasinya mengikuti seleksi Paskibraka adalah untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, sekaligus memperluas pergaulan dengan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri.
Ia mengaku mengetahui informasi seleksi dari senior di sekolah dan bersyukur berhasil lolos hingga menjadi calon anggota Paskibraka Kabupaten Kediri.
"Saya semangat mengikuti latihan ini. Mudah-mudahan bisa menjalankan tugas sebagai Paskibraka dengan baik saat upacara HUT RI nanti," katanya. (uji/van)










