Tiga Survei Sebut Tingkat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok Akibat MBG, Istana Kalang Kabut

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Alarm bahaya mengintai nasib Presiden Prabowo Subianto. Hasil survey tiga lembaga survey menyebutkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo jeblok parah. Begitu juga elektabilitas Prabowo anjlok drastis.

Tapi benarkah elektabilitas Prabowo jeblok gara-gara Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu ngotot mempertahankan program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ternyata dianggap tak bergizi?

Hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun drastis menjadi 51,1 persen. Padahal pada November 2026 atau delapan bulan sebelumnya, approval rating Prabowo menyentuh angkat 81,2 persen.

Apa penyebabnya? Hasil temuan SMRC menyebutkan bahwa 52,6 peren responden merasa kecewa terhadap kinerja pemerintah dalam bidang ekonomi. Pemerintah dianggap gagal menjaga stabilitas ekonomi.

Bahkan program-program prioritas Prabowo justeru menjadi salah satu faktor yang membuat rakyat kecewa terhadap presiden bertubuh tambun itu. Mayoritas rakyat Indonesia menolak MBG. Setidaknya, menurut hasil suryei itu sebanyak 64,1 persen responden setuju program makan bergizi gratis alias MBG segera distop karena menyebabkan permborosan anggaran negara.

Begitu juga program koperasi desa merah putih. Sebanyak 62,5 persen responden setuju program kebanggaan Prabowo itu segera dihentikan. Tapi Prabowo tetap mempertahankan program yang oleh banyak pihak dianggap menguras uang rakyat melalui APBN itu.

Jebloknya kepuasan publik terhadap Prabowo tidak hanya hasil SMRC. Tapi juga hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny Januar Ali alias Denny JA. Hanya saja hasil survei itu tak dirilis atau disiarkan ke publik.

“Angkanya sedikit saja lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei versi SMRC,” ujar Denny JA seperti dikutip Tempo edisi terbaru, 3-9 Agustus 2026.

Denny JA  kini disebut-sebut sebagai inletektual yang pemerintah. Denny JA memang telah diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen di PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha utama PT Pertamina (Persero).

Bahkan hasil survei lembaga di internal Partai Gerindra juga menunjukkan tren yang sama. Menurut laporan Tempo, lingkup internal Gerindra sudah punya hasil sigi buatan pollster yang berkantor di Jakarta Selatan – sekitar 5 kilometer dari kantor pusat Partai Gerindra.

“Hasil hasil survei tatap muka yang datanya dihimpun pada 3-12 Juli ini menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar 62 persen,” tulis Tempo.

Bahkan elektabilitas Prabowo juga berada di bawah Gubernur Jawa Barat dari Partai Gerindra,  Dedi Mulyadi yang mengantongi 37,8 persen, sedangkan Prabowo Cuma 23,2 persen.

Hasil survei tiga lembaga survei yang tak menggembirakan itu dikabarkan membuat pihak istana kalang kabut. Terutama Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden langsung menggelar rapat secara maraton dengan beberapa lembaga negara setelah melihat hasil survey yang dipakai di lingkup Partai Gerindra,” tulis Majalah Tempo mengutip pernyataan seorang pejabat di lembaga negara sekaligus orang dekat Presiden Prabowo.

Menurut Tempo, di internal Partai Gerindra, tingkat elektabilitas dan kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo yang anjlok menjadi bahasan.

“Seorang pendiri Partai Gerindra bercerita, hasil survei tersebut menjadi pukulan bagi para kader,” tulis Tempo.