Dua ABK Hamdam I Tewas di Tangki CPO, Polres Gresik Selidiki Dugaan Kelalaian

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Dua anak buah kapal (ABK) Hamdam I tewas saat berada di dalam tangki muatan CPO di Dermaga PT KIAS, Gresik, dengan dugaan korban masuk tanpa prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dari data yang dihimpun, korban yang diketahui merupakan Boatswain (Bosun) dan seorang Cadet Deck tersebut meninggal saat melakukan operasi bongkar muatan di dalam Tangki Muatan Minyak CPO (Cargo Oil Tank No. 6S).

Kedua korban bernama Iwan (43), asal Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, serta Raevan Sacho Septriansyah (20), asal Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Terdapat dugaan kedua korban masuk ke dalam tangki muatan tanpa penerbitan Izin Masuk Ruang Tertutup, pengujian atmosfer gas, maupun ketersediaan alat bantu pernapasan.

Keduanya diduga tewas setelah menghirup gas berbahaya yang terkonsentrasi di dalam tangki.

Selain itu, berdasarkan informasi lapangan, terdapat rencana pemotongan plat bawah tangki muatan No. 6S untuk mengisap sisa kargo yang bocor ke tangki dasar ganda. Hal itu dilakukan di area yang belum dinyatakan aman dari gas mudah meledak atau beracun.

Karena itu, beberapa pihak menduga adanya indikasi kelalaian nakhoda kapal, Ahmad Efendi, dalam melakukan pengawasan melekat, pemantauan wilayah kerja dek, serta penerapan mitigasi risiko keselamatan.

Saat ini, kasus tersebut telah diselidiki oleh Satpolairud bersama Satreskrim Polres Gresik.

Kasat Polairud AKP I Nyoman Ardita mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah pihak.

“Masih dilidik dengan Reskrim,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 10 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran tangki kargo.

Diduga terdapat kelalaian karena area belum dinyatakan aman dari gas beracun saat korban masuk ke dalam tangki.

“Bukan kebocoran gas, tapi tangki cargo bocor tembus ke tangki ballast. Saat ini masih penyelidikan,” tandasnya. (van)