Ringkasan Berita
- Pemprov Jatim mengirim Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk bantu penanganan gempa M 7,7 di NTT. Tim terdiri dari 7 orang spesialis pencarian dan pertolongan.
- Tim akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan dilengkapi peralatan komunikasi khusus. Hal ini untuk mengantisipasi gangguan komunikasi dan memastikan assessment kebutuhan korban berjalan lancar.
- Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) dari 9 provinsi lainnya. Ini menunjukkan respons terkoordinasi antar daerah untuk penanganan dampak bencana.
- Gempa utama berkekuatan M 7,7 terjadi di utara Mbay, Nagekeo, dan telah memicu 512 gempa susulan. Gempa terbesar susulan mencapai M 6,2 dan berpotensi tsunami.
- Langkah ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian Pemprov Jatim terhadap korban bencana. Aksi cepat ini memperkuat kerja sama antar daerah dalam situasi darurat.
BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim melalui BPBD mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Pelepasan dilakukan oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto.
“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, sebagai sikap Jawa Timur atas kejadian gempa yang menimpa saudara kita di NTT, kita akan memberangkatkan 7 orang ke lokasi kejadian dengan spesifikasi pencarian pertolongan. Rencananya, mereka akan berangkat besok pagi,” kata Gatot.
Tim BPBD Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan assessment kebutuhan mendesak bagi korban. Untuk mengantisipasi gangguan komunikasi, tim dilengkapi peralatan komunikasi beserta jaringan pendukung agar koordinasi lapangan berjalan lancar.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah 9 provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa,” ucap Gatot.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di 37 km utara Mbay, Nagekeo, pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 10 km. Berdasarkan data BMKG hingga Sabtu pukul 23.00 WIB, gempa berpotensi tsunami tersebut diikuti 512 gempa susulan, terbesar bermagnitudo 6,2 dan terkecil 1,9.
Langkah cepat Pemprov Jatim ini menjadi wujud kepedulian terhadap korban bencana, sekaligus memperkuat solidaritas antar daerah dalam menghadapi situasi darurat. (dev/mar)










