Semarak HUT ke-81 RI, Warga Karangkiring Gresik Gelar Lomba Gebuk Bantal di Pesisir Mangrove

Ringkasan Berita
  • Lomba gebuk bantal digelar di atas endapan lumpur pesisir mangrove Karangkiring, Gresik, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 RI. Kegiatan ini melibatkan ratusan warga dari berbagai usia dan sengaja diadakan di laut untuk menambah tantangan dan keseruan.
  • Lomba ini berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat keakraban antarwarga desa. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi meski harus berhadapan dengan lumpur sedalam satu meter.
  • Panitia menyelenggarakan kegiatan dengan tantangan teknis, seperti kesulitan memasang patok bambu karena harus menunggu air pasang. Lokasi lomba dipilih berdasarkan permintaan warga yang menginginkan suasana berbeda dari biasanya di daratan.
  • Selain memperingati kemerdekaan, acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan wisata mangrove Karangkiring kepada masyarakat yang lebih luas. Diharapkan kegiatan ini dapat mendongkrak ekonomi lokal serta mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, bersama Karang Taruna menggelar lomba gebuk bantal di atas endapan lumpur pesisir mangrove pada Senin (17/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ratusan warga dari anak-anak hingga orang tua antusias memadati kawasan wisata mangrove untuk menyaksikan lomba. Suasana semakin meriah ketika peserta yang terkena gebukan bantal jatuh ke kubangan lumpur sedalam satu meter, bahkan ada yang bergelantungan di batang bambu agar tidak terjatuh.

Fatan, salah satu peserta, mengaku senang mengikuti lomba meski tubuhnya penuh lumpur.

“Senang sekali mas. Bisa lomba gebuk bantal seru-seruan sama teman-teman. Kotor nggak apa-apa,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Desa Karangkiring, Dedik Hartono, mengatakan lomba sengaja digelar di pesisir mangrove atas permintaan warga. 

“Biasanya di daratan, tapi kali ini di laut karena lebih menantang dan penuh keseruan,” katanya.

Menurut dia, lomba gebuk bantal tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga ajang mempererat keakraban antarwarga. Panitia sempat mengalami kesulitan saat pemasangan patok bambu karena harus menunggu air pasang.

Selain memperingati HUT RI, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan wisata mangrove Karangkiring, mendongkrak ekonomi lokal, serta mendorong UMKM desa.

“Harapannya lomba ini bisa lebih mengenalkan wisata desa dan meningkatkan pengunjung,” ucap Dedik. (hud/mar)