Ringkasan Berita
- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Dhito) memimpin doa bersama spontan dalam sidang paripurna untuk korban bencana di NTT dan Sumatra, menyoroti masih berlangsungnya gempa susulan.
- Doa yang dipimpin secara Islami ditujukan untuk ketabahan keluarga korban serta kehusnul khatimahan bagi yang meninggal, diikuti secara khusyuk oleh seluruh anggota legislatif dan pejabat.
- Sidang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dua raperda inisiatif DPRD tentang Kesejahteraan Sosial serta Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dinilai relevan.
- Agenda paripurna juga mencakup penjelasan bupati atas tiga raperda usulan pemerintah daerah, termasuk Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Perubahan APBD 2026.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memimpin doa bersama untuk warga yang terdampak bencana alam di berbagai pelosok tanah air, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatra.
Aksi empati tersebut dilakukan sebelum ia membacakan sambutan dalam rapat paripurna di Ruang Tegowangi, Selasa (18/8/2026) siang.
Di hadapan anggota legislatif dan jajaran pejabat Pemkab Kediri, bupati yang akrab disapa Dhito ini menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di wilayah terdampak. Ia menyoroti kondisi di NTT yang masih terus diguncang gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7.
"Mari sejenak kita berdoa bersama kepada seluruh saudara-saudara kita yang ada di NTT, Sumatra dan daerah lainnya yang mengalami bencana," ajak Dhito.
"Kemarin saat kita upacara ternyata masih ada gempa susulan," tambahnya.
Dhito kemudian memimpin doa secara khidmat agar masyarakat terdampak diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
"Saya memandu secara agama Islam, kita doakan bersama semoga yang berpulang dalam keadaan husnul khatimah dan keluarganya dikuatkan," ucapnya.
Sesi doa bersama tersebut berlangsung spontan dan diikuti secara khusyuk oleh seluruh peserta sidang. Agenda paripurna dilanjutkan dengan penyampaian pendapat bupati atas dua raperda inisiatif DPRD, yakni terkait Kesejahteraan Sosial serta Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
"Dua raperda itu usulan DPRD Kabupaten Kediri dan saya rasa relevan dengan kondisi sekarang," ungkap Dhito.
Selain itu, rapat paripurna memuat agenda penjelasan bupati atas tiga raperda usulan pemerintah daerah yang meliputi Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, serta Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.










