SUURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kacamata anti-radiasi atau blue light blocking glasses kini makin populer di masyarakat.
Produk ini kerap dipromosikan mampu melindungi mata dari bahaya sinar biru layar gawai, mencegah mata lelah, hingga menahan pertambahan minus.
Praktisi Kesehatan dr. Saddam Ismail menegaskan bahwa klaim kacamata anti-radiasi dapat mencegah mata minus maupun kerusakan mata hanyalah mitos.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami penyebab utama keluhan mata lelah saat menatap gawai.
Secara medis, rasa lelah pada mata setelah lama menatap layar bukan dipicu oleh paparan sinar biru, melainkan akibat berkurangnya frekuensi berkedip serta ketegangan otot mata.
Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah digital eye strain atau mata lelah digital.
Ia menambahkan, jumlah radiasi sinar biru yang dipancarkan layar gawai tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan paparan alami dari sinar matahari pagi.
Sebagai langkah pencegahan yang efektif dan teruji klinis, dr. Saddam Ismail menyarankan penerapan rumus 20-20-20 yang direkomendasikan para dokter mata.
Metode ini dilakukan dengan mengistirahatkan mata selama 20 detik untuk melihat objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) setiap kali menatap layar gawai selama 20 menit.
“Metode ini tidak membutuhkan biaya apa pun, namun terbukti efektif mengurangi ketegangan otot mata dan mencegah mata lelah digital,” katanya.




