Ringkasan Berita
- LBH Cak Sholeh menggelar Rakernas dan konsolidasi organisasi dengan sekitar 100 peserta untuk memperkuat struktur pasca wafatnya pendirinya.
- Forum ini bertujuan memastikan lembaga tetap solid dan melanjutkan misi perjuangan hukum bagi rakyat kecil sesuai amanah pendiri.
- Tiga narasumber sepakat bahwa gagasan dan semangat Cak Sholeh untuk memperjuangkan kepentingan rakyat akan terus hidup melalui kerja konkret LBH.
- Hasil rakernas memastikan layanan bantuan hukum bagi masyarakat marginal akan berjalan tanpa henti meskipun ditinggal pendirinya.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cak Sholeh dengan tagline 'No Viral No Justice' menggelar Rakernas dan konsolidasi organisasi pada hari ini, Kamis (20/8/2026). Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah, termasuk Magetan dan Jawa Barat.
Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi pasca wafatnya pendiri LBH Cak Sholeh. Forum difokuskan memperkuat struktur organisasi agar tetap solid dan melanjutkan misi perjuangan hukum bagi rakyat kecil.
Sekretaris DPP LBH No Viral No Justice, Advokat R. Nur Muchammad, menegaskan urgensi pertemuan ini sebagai respons cepat atas kepergian sang pendiri.
“Lembaga ini harus tetap berjalan sesuai amanah beliau, maka diperlukan segera Rakernas/Konsolidasi No Viral No Justice Cak Sholeh,” ujarnya.
Ia menambahkan arah gerak LBH ke depan adalah meneruskan cita-cita Cak Sholeh.
“Saya berharap kita bisa tetap melanjutkan perjuangan semangat Cak Sholeh,” katanya.
Diskusi hangat menghadirkan 3 narasumber, yakni H. Mamad, Alex Yudawan, dan H. Ahmad Setiawan (Wawan). Mereka sepakat gagasan Cak Sholeh tidak pernah padam dan semangat memperjuangkan kepentingan rakyat akan terus hidup melalui kerja konkret LBH.
Melalui rakernas ini, anggota LBH dari berbagai wilayah bersatu memastikan layanan bantuan hukum bagi masyarakat marginal tetap berjalan tanpa henti. (adi/mar)




