BANGSAONLINE.com - Aktivitas mendengarkan musik kini semakin mudah berkat layanan streaming. Hanya dengan membuka ponsel, jutaan lagu dari berbagai negara dan era dapat diputar dalam hitungan detik.
Namun, kondisi ini berbeda jauh dengan masa lalu ketika masyarakat harus menggunakan media fisik untuk menikmati musik. Tonggak awal rekaman suara dimulai dengan penemuan phonograph oleh Thomas Edison pada 1877.
Teknologi ini memungkinkan suara direkam dan diputar kembali. Selanjutnya, piringan hitam menjadi media utama, dengan format Long Playing (LP) yang diperkenalkan Columbia pada 1948 untuk menyimpan rekaman berdurasi panjang.
Memasuki 1960-an, kaset mengubah cara orang menikmati musik. Compact Cassette dari Philips pada 1963 membuat musik lebih mudah dibawa.
Perkembangan perangkat portabel semakin personal dengan hadirnya Sony Walkman pada 1979, memungkinkan orang mendengarkan musik melalui kaset dan headphone saat bepergian.
Era digital dimulai dengan Compact Disc (CD) yang diperkenalkan Sony dan Philips pada awal 1980-an. Format ini membawa musik ke penyimpanan digital.
Kemudian, MP3 hadir sebagai file berukuran kecil yang mudah dipindahkan melalui komputer dan pemutar digital.
Perubahan besar terjadi dengan kehadiran layanan streaming. Spotify, didirikan pada 2006 dan diluncurkan pada 2008, menjadi pionir dalam mengubah cara masyarakat mengakses musik.
Dari kepemilikan media fisik, musik sekarang dapat diakses langsung melalui internet. Saat ini, mendengarkan musik hanya membutuhkan perangkat dan koneksi internet.
Apabila dulu orang harus membawa kaset, CD, atau pemutar musik, kini jutaan lagu tersedia hanya dengan beberapa ketukan di layar. (mg4/rom)










